Berita Rusia Peringatkan Serangan AS-Israel ke Iran Bisa Jadi Bumerang

by
Berita Rusia Peringatkan Serangan AS-Israel ke Iran Bisa Jadi Bumerang


Jakarta, Pahami.id

Rusia memperingatkan Amerika Serikat dan Israel mengenai serangan terhadap Iran. Rusia menilai serangan AS dan Israel terhadap Iran justru bisa menjadi bumerang.

Presiden AS Donald Trump mengatakan upaya Iran untuk membuat senjata nuklir adalah salah satu alasan AS dan Israel menyerang negara tersebut. Serangan yang dimulai pada Sabtu (28/2) itu menewaskan puluhan pejabat Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Serangan tersebut juga memicu perang yang meluas ke seluruh Timur Tengah. Sebagai tanggapan, Iran menyerang beberapa negara Arab yang memiliki pangkalan militer AS di sana, termasuk Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Arab Saudi.


Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan keputusan AS dan Israel untuk menyerang Iran bisa menjadi bumerang. Lavrov mengatakan, serangan tersebut justru menciptakan peluang munculnya kekuatan baru di Iran dan membuat Iran semakin ingin memiliki senjata nuklir untuk melawan.

“Sebuah kekuatan dapat muncul di Iran, kekuatan yang mendukung melakukan apa yang Amerika ingin hindari, yaitu mendapatkan bom nuklir. Karena AS tidak menyerang mereka yang memiliki bom nuklir,” kata Lavrov, dikutip dari ReutersSelasa (3/3).

Lebih lanjut, Lavrov mengatakan perang AS-Israel vs Iran juga dapat menyebabkan negara-negara di Timur Tengah berlomba-lomba membuat senjata nuklir.

“Masalah proliferasi nuklir akan mulai lepas kendali. Tujuan mulia yang tampaknya paradoks yaitu memulai perang untuk mencegah proliferasi senjata nuklir sebenarnya bisa memicu tren yang sangat berlawanan,” kata Lavrov.

Lavroc mengatakan Rusia belum melihat bukti bahwa Iran sedang mengembangkan senjata nuklir. Israel secara luas dianggap sebagai satu-satunya negara bersenjata nuklir di kawasan.

Rusia memiliki hubungan dekat dengan Iran, yang dianggap penting untuk mempertahankan pengaruhnya di Timur Tengah. Presiden Rusia Vladimir Putin juga menyebut pembunuhan Khamenei sebagai pembunuhan yang sinis. Moskow menyerukan agar perang segera diakhiri.

Kremlin menyebut Putin telah berbicara dengan para pemimpin Teluk Arab pada Senin (2/3). Putin berjanji untuk menyampaikan kepada Iran kekhawatiran mereka mengenai serangan militer Iran sejak awal perang.

“Putin pasti akan berusaha semaksimal mungkin untuk berkontribusi setidaknya sedikit mengurangi ketegangan,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

(membaca)