Berita Prabowo Ajak Universitas Top Inggris Dirikan 10 Kampus di RI

by
Berita Prabowo Ajak Universitas Top Inggris Dirikan 10 Kampus di RI


Jakarta, Pahami.id

Presiden Republik Indonesia Prabu Subianto mengundang universitas terkemuka Bahasa inggris mendirikan 10 universitas baru di Indonesia.

Hal itu disampaikannya pada forum Education Roundtable Inggris-Indonesia yang digelar di Lancaster House, London, Selasa (20/1).


“Kita mau ajak kerja sama nanti, mereka sudah banyak bekerjasama dengan UI, Gajah Mada, dengan banyak perguruan tinggi. Mereka juga punya kampus bersama kita, di Singosari, di Bandung, di bidang yang kita perlukan, bidang digital, bidang teknologi,” kata Prabowo dalam keterangannya kepada awak media usai acara.

Kata Prabowo, langkah ini merupakan upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan pendidikan di Indonesia.

Ia menyatakan, ke depan Indonesia harus memiliki tingkat pendidikan terbaik.

Sebelumnya dalam pengantar pertemuan tersebut, Prabowo optimistis universitas baru tersebut akan mulai menerima mahasiswa pada tahun 2028.

Ia juga menyampaikan keterbukaan Indonesia terhadap dosen dan profesor asing, termasuk skema Visiting Professor dari universitas mitra.

“Dan di awal tahun 2028 kita sudah bisa memiliki kelompok pertama di Indonesia. Jadi rencananya akan dibangun kawasan yang terdiri dari universitas-universitas tersebut, dan kita perlu menjamin kualitas hidup, keselamatan dan keamanan seluruh kampus agar bisa menarik dosen asing untuk bekerja di Indonesia,” ujarnya.

Prabowo juga mengatakan, mahasiswa yang diterima akan berasal dari lulusan terbaik dan mendapat beasiswa penuh dari pemerintah.

Kemudian, siswa akan mengikuti pelatihan bahasa Inggris intensif sebelum memulai studinya.

Pemerintah Indonesia juga membuka peluang kerja sama dengan British Council, termasuk penerapan standar IELTS.

Prabowo juga menyatakan bahwa Indonesia menghadapi kekurangan tenaga medis yang signifikan, termasuk dokter dan dokter gigi.

Ia mengatakan, Indonesia masih kekurangan sekitar 140 ribu dokter, sedangkan jumlah lulusan setiap tahunnya masih sangat terbatas.

“Kita setiap tahunnya hanya menghasilkan sekitar 9 ribu dokter. Jadi entah sampai kapan, dan ketika kita mencapai 140 ribu dokter, maka akan semakin banyak dokter yang pensiun,” tuturnya.

Ia juga berencana membangun 10 universitas baru yang fokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, dan iptek.

Prabowo mengatakan universitas tersebut akan dibangun sesuai standar internasional dan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

“Saya ingin menggunakan standar Inggris yang merupakan standar pendidikan tertinggi dari universitas terbaik di Inggris,” ujarnya.

Selain mengembangkan universitas, Prabowo juga memaparkan rencana pembangunan rumah sakit pendidikan berkelas internasional di setiap kampus.

“Menurut saya, kalau kita melakukan itu (membangun rumah sakit pendidikan berstandar internasional di setiap kampus), mungkin kita bisa menghemat US$6 miliar setiap tahunnya, yang uangnya bisa disalurkan ke universitas dan rumah sakit tersebut,” ujarnya.

(mnf/rds)