Berita PM Thailand Bantah Audio soal Perbatasan Kamboja Dibuka, Sebut Itu AI

by
Berita PM Thailand Bantah Audio soal Perbatasan Kamboja Dibuka, Sebut Itu AI


Jakarta, Pahami.id

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul membantah rekaman tersebut audio yang viral di media sosial dan disebut-sebut berisi pernyataannya terkait rencana pembukaan kembali perbatasan dengan Kamboja. Dia menekankan bahwa rekaman itu palsu dan “jelas dibuat dengan teknologi AI”.

Rekaman berdurasi 28 detik tersebut beredar di TikTok sejak 10 Mei. Dalam audio tersebut terdengar suara yang mengaku Anutin berbicara dalam bahasa Thailand tentang kemungkinan pembukaan kembali beberapa pos perbatasan dengan Kamboja pada awal Juni.

“Untuk perbatasan, kita harus menunggu situasi tenang agar masyarakat memperhatikan. Saya akan buka, tapi tidak semua pos pemeriksaan,” audio yang beredar mengutip ucapannya. AFP.


Dalam rekaman tersebut juga disebutkan bahwa pembukaan perbatasan diperlukan agar perekonomian Thailand tidak terdampak lebih jauh.

Namun Anutin langsung membantah isi audio tersebut. Kepada wartawan Rabu (13/5), dia mengatakan rekaman tersebut tidak dapat diandalkan dan kemungkinan besar merupakan hasil manipulasi kecerdasan buatan.

“Jelas itu AI,” kata Anutin sambil bercanda bahwa dia “tidak bisa berbicara dengan lancar.”

“Jangan percaya. Rekamannya tidak bisa dipercaya. Saya tidak pernah bilang begitu. Tidak ada pembukaan perbatasan,” lanjutnya.

AFP melaporkan tim pemeriksa faktanya juga menganalisis audio tersebut menggunakan alat pendeteksi media sintetis dan hasilnya menunjukkan bahwa rekaman tersebut “kemungkinan besar dibuat dengan AI”.

Video TikTok sendiri sudah dilihat lebih dari 50 ribu kali dan mendapat sekitar 1.700 likes. Beberapa pengguna media sosial tampaknya percaya bahwa audio tersebut asli.

Ketegangan antara Thailand dan Kamboja belum sepenuhnya mereda. Kedua negara telah lama berselisih soal perbatasan sepanjang sekitar 800 kilometer, warisan era kolonial Prancis.

Konflik kembali berkobar pada bulan Juli dan Desember tahun lalu, memicu pertempuran mematikan yang menewaskan puluhan orang dan membuat lebih dari satu juta orang mengungsi.

Meski Thailand dan Kamboja menandatangani gencatan senjata pada akhir Desember lalu, hubungan kedua negara masih diwarnai saling tudingan karena melanggar perjanjian damai.

Ini bukan pertama kalinya Anutin menjadi sasaran konten AI palsu. AFP sebelumnya membantah rekaman audio lain yang menunjukkan dia tampak fasih berbahasa Mandarin.

(sels/sel)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google