Berita Pesawat Jatuh Tewaskan DPR Kolombia sampai China Eksekusi Pelaku Scam

by
Berita Pesawat Jatuh Tewaskan DPR Kolombia sampai China Eksekusi Pelaku Scam

Daftar isi



Jakarta, Pahami.id

Sebuah pesawat membawa sekelompok anggota parlemen Kolumbia jatuh di pegunungan, menewaskan semua penumpang dan awak.

Sementara itu, China mengeksekusi 11 penipu online yang berbasis di Myanmar pada Kamis (29/1).


Berikut rangkumannya di International Flash hari ini, Jumat (30/1).

Sebuah pesawat bermesin ganda yang membawa 15 penumpang, termasuk seorang anggota parlemen Kolombia, jatuh di kawasan pegunungan dekat perbatasan Venezuela pada Rabu (28/1).

Dilansir AFP, pesawat Beechcraft1900 diketahui lepas landas dari kota perbatasan Kolombia, Cucuta, dan kehilangan kontak dengan menara pengatur lalu lintas udara sesaat sebelum dijadwalkan mendarat di Ocana.

Pihak berwenang mengatakan ada 13 penumpang dan dua awak dalam penerbangan tersebut.

Gubernur Negara Bagian Santander Utara, William Villamizar, mengatakan sejauh ini tujuh jenazah telah ditemukan. Di antara korban tewas adalah anggota parlemen Kolombia, Diogenes Quintero dan politisi lainnya Carlos Salcedo.

Para pejabat Amerika Serikat mengatakan sebanyak 10 kapal perang mereka ditempatkan di Timur Tengah menyusul ancaman Presiden Donald Trump untuk menyerang Iran.

Ia juga mengatakan kapal perang tersebut antara lain kapal induk USS Abraham Lincoln yang memiliki tiga kapal perusak dan jet tempur F-35C. Terdapat pula enam kapal perang AS lainnya yang beroperasi di kawasan tersebut, yakni tiga kapal perusak dan tiga kapal tempur pesisir.

Pernyataan pejabat itu muncul setelah Trump mengatakan AS siap menyerang Iran jika perundingan mengenai program nuklirnya gagal.

China telah mengeksekusi 11 penipu online yang berbasis di Myanmar, setelah terbukti membunuh pekerja yang mencoba melarikan diri, pada Kamis (29/1).

Menurut laporan kantor berita Xinhua, sebelas orang tersebut dijatuhi hukuman mati pada September lalu setelah dinyatakan bersalah atas kejahatan termasuk pembunuhan, penahanan ilegal, dan penipuan.

Semua pelaku adalah bagian dari sindikat kejahatan keluarga Ming yang dikenal di Myanmar karena mengelola ratusan kompleks yang beroperasi di sektor kriminal.

Sindikat kriminal yang dipimpin Ming Xuechang telah lama memiliki hubungan dengan kompleks Villa Crouching Tiger di Kokang, wilayah perbatasan Myanmar-China.

(Dna)