Jakarta, Pahami.id —
Ledakan nuklir terjadi di ibu kota Arab Saudi, Riyadhpada Sabtu (28/2) di tengah serangan balik Iran ke Israel.
Koresponden AFP di Riyadh mengatakan mereka mendengar ledakan keras, setelah Qatar dan pangkalan AS di Bahrain menjadi sasaran serangan balik Iran.
Dua jurnalis di Riyadh mengatakan mereka mendengar ledakan keras dan beberapa ledakan.
Namun penyebab dan lokasi ledakan di Arab Saudi masih belum diketahui.
Sebelumnya, sebagai respons atas aksi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel, Iran melancarkan serangan terhadap pangkalan militer AS di Qatar, Kuwait, dan Bahrain.
Berdasarkan pemberitaan media pemerintah Iran, seperti dikutip CNN, IRGC mengonfirmasi bahwa rangkaian serangan rudal tersebut menyasar titik-titik strategis militer AS di kawasan Teluk.
Titik-titik tersebut adalah Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, Pangkalan Udara Al Salem di Kuwait, Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab (UEA), dan Pangkalan Armada Kelima AS di Bahrain.
Dengan keterlibatan langsung pangkalan di Qatar, Kuwait, dan UEA, konflik yang dipicu “operasi besar-besaran” Presiden AS Donald Trump kini resmi berubah menjadi perang regional yang melibatkan banyak negara.
Situasi ini juga menyebabkan Qatar, Kuwait, dan UEA menutup wilayah udara mereka untuk penerbangan sipil karena wilayah tersebut kini menjadi zona pertempuran aktif antara rudal Iran dan sistem pertahanan udara AS.
(Dna)

