Berita Perang di Timur Tengah Ancam ‘Rumah’ Paus di Afrika Selatan

by
Berita Perang di Timur Tengah Ancam ‘Rumah’ Paus di Afrika Selatan


Jakarta, Pahami.id

Peneliti menilai perang di Timur Tengah bisa mengancam ikan paus Afrika Selatan karena meningkatkan lalu lintas di dekat perairan nasional.

Dalam makalah yang dipresentasikan di Komisi Penangkapan Ikan Paus Internasional pada bulan Mei ini, para peneliti memperkirakan bahwa lalu lintas padat di perairan Afrika Selatan dapat memicu tabrakan kapal dengan paus di habitat penting tersebut.


Peneliti Els Vermeulen mengatakan makalah tersebut mencatat adanya “tumpang tindih spasial yang luas” di dekat perairan Afrika Selatan meningkatkan kemungkinan tabrakan, katanya. Al JazeeraSenin (11/5).

Pesisir barat daya Afrika Selatan mendukung populasi paus yang signifikan secara global namun juga merupakan koridor pelayaran yang semakin sibuk.

Koridor tersebut menjadi sibuk setelah Houthi menyita sebuah kapal Inggris pada November 2023, sebulan setelah Israel melancarkan invasi ke Jalur Gaza Palestina. Pasca kejadian tersebut, lalu lintas maritim global dialihkan dari Laut Merah dan mengelilingi Afrika Selatan.

Menurut laporan AFPpada tanggal 1 Maret hingga 24 April, rata-rata 89 kapal komersial berlayar mengelilingi Afrika Selatan. Angka ini meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tiga tahun sebelumnya yang hanya 44 kapal.

Situasi tegang di Selat Hormuz juga menyebabkan perusahaan pelayaran lebih banyak mengalihkan kapal melalui jalur sekitar Tanjung Harapan.

Selat Hormuz menjadi fokus dunia setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari. Operasi ini mengakibatkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan para pejabat tinggi pertahanan.

Di hari pertama serangan AS-Israel, Iran langsung melancarkan respons. Mereka menargetkan Negara Zionis dan aset AS di negara-negara Teluk. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pun menutup selat tersebut untuk menekan kedua negara musuhnya.

Situasi di Selat Hormuz semakin mengkhawatirkan setelah AS juga memblokir kapal-kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran.

(isa/bac)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google