Jakarta, Pahami.id —
Kementerian Luar Negeri RI meminta Warga Negara Indonesia (WNI) menunda perjalanan ke Arab Saudi ketika Amerika Serikat dan sekutunya Israel berperang Iran sejak minggu lalu.
Perang tersebut berdampak pada beberapa negara Timur Tengah dan membatalkan penerbangan ke dan dari wilayah tersebut.
Khusus untuk penanganan jemaah umrah, Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah juga telah mengeluarkan imbauan untuk menunda perjalanan ke Timur Tengah hingga situasi lebih kondusif, kata Plt Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah dalam konferensi pers, Jumat (6/3).
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Khusus Penyelenggara Umrah dan Haji (SISKOPATUH), saat ini total jemaah umrah Indonesia yang masih berada di Arab Saudi berjumlah 58.873 orang.
Kemudian, hingga 1 Maret, data 13 Persatuan Penyelenggara Haji dan Umrah (PIHU) mencatat sekitar 14 ribu jemaah umrah masih terjebak di Arab Saudi dan beberapa negara Timur Tengah lainnya.
Mereka yang ditahan selain di Arab Saudi merupakan jemaah haji yang berada di negara transit. Umumnya jemaah ditahan karena dua hal, yakni tertutupnya jalur udara negara tujuan dan kebijakan maskapai.
Dalam kesempatan tersebut, Heni juga menjelaskan mengenai jemaah umroh asal Indonesia yang terdampar (terjebak) akibat kebakaran di Timur Tengah.
Perwakilan Indonesia di Saudi, lanjutnya, kemudian mengerahkan tim pemantau di Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah dan Bandara Pangeran Muhammad bin Abdul Aziz di Madinah selama 24 jam.
“Jemaah haji yang masih tertunda pulang kampung dengan koordinasi perwakilan dan biro perjalanan, mencari akomodasi atau akomodasi di sekitar bandara Jeddah dan Madinah sambil menunggu tersedia tiket pulang,” kata Heni.
Perwakilan Indonesia juga sedang menjajaki berbagai maskapai untuk penerbangan tambahan ke wilayah tersebut.
Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar meminta masyarakat Indonesia yang hendak menunaikan umrah mempertimbangkan perjalanannya mengingat kondisi yang semakin panas.
Sementara itu, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah, Puji Raharjo juga meminta jamaah dan keluarga di Indonesia tetap tenang dan tidak panik.
Timur Tengah sedang bergejolak karena AS-Israel berperang dengan Iran. Konflik ini bermula ketika kedua negara menyerang Iran pada 28 Februari.
Serangan itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, Menteri Pertahanan, dan Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Akibat serangan itu, lebih dari 1.000 orang di Iran tewas.
Pada hari yang sama ketika AS-Israel menyerang, Iran segera melancarkan respons. Respons mereka semakin intens setelah Khamenei resmi dinyatakan meninggal.
Iran menargetkan aset militer Israel dan AS di Timur Tengah.
(isa/bac)

