Puluhan ribu orang turun ke jalan untuk bergabung dalam demonstrasi besar-besaran “Inggris” yang mengguncang ibu kota Inggris, London, selama akhir pekan.
Sikap konservatifnya diungkapkan demonstran sekaligus pengurus tokoh sayap kanan Tommy Robinson dalam aksi demonstrasi, Sabtu (16/5).
Orang-orang membawa bendera dan poster sambil melakukan seruan anti-imigran.
Sementara itu, Robinson memanfaatkan kesempatan itu untuk menyinggung pemilu mendatang di tengah gejolak internal pemerintahan Inggris.
Seruan agar Perdana Menteri Keir Starmer mundur terus bergema jelang pemilu Inggris tahun 2029.
Demonstrasi “Inggris” sendiri disebut-sebut tidak terafiliasi dengan partai politik mana pun, namun menggaet pendukung dari beberapa partai.

