Berita Pemerintah Diminta Siapkan Penampungan Jemaah Umrah Tertahan di Saudi

by


Jakarta, Pahami.id

Wakil Ketua Komisi VIII DPRAbidin Fikri meminta pemerintah segera memberikan langkah mitigasi terhadap ribuan jemaah haji Umroh yang kini ditunda karena eskalasi konflik yang memanas di Timur Tengah.

Menurut Fikri, pemerintah perlu menyediakan tempat penampungan bagi jamaah haji di Arab Saudi.

“Mendirikan shelter sementara bagi jemaah umroh yang terjebak di Timur Tengah merupakan langkah yang tepat dan mendesak,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (3/3).


Fikri mengatakan, konflik yang semakin meluas di Arab Saudi membuat jemaah berada dalam kondisi rentan, baik dari segi keamanan maupun keuangan.

Meski begitu, dia yakin pemerintah tidak perlu bersikap reaktif. Perlindungan WNI di luar negeri merupakan kewajiban konstitusional pemerintah, khususnya dalam situasi konflik bersenjata.

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah perlu menyiapkan skema mitigasi yang jelas. Khususnya bagi jemaah lanjut usia yang mempunyai dana terbatas.

“Tanpa skema mitigasi yang jelas, jamaah, terutama lansia dan mereka yang memiliki keterbatasan dana, berisiko menghadapi ketidakpastian akomodasi, logistik, dan jadwal kepulangan,” ujarnya.

Data Sistem Komputerisasi Khusus Manajemen Umrah dan Haji (SISKOPATUH) mencatat sebanyak 58.873 jemaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi.

Pemerintah memastikan puluhan ribu jamaah tetap dalam pengawasan ketat. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Puji Raharjo, juga meminta jamaah dan keluarga di Indonesia tetap tenang dan tidak panik.

“Kami menghimbau kepada seluruh jemaah umrah untuk tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Pengelola Perjalanan Umrah (PPIU) masing-masing untuk mendapatkan informasi resmi dan terkini,” kata Puji Raharjo dalam keterangan tertulis Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah RI di Jakarta, Sabtu (28/2) sore.

(Kamis/Senin)