Berita Negara-negara Arab Kini Berupaya Halangi AS Serang Iran, Kenapa?

by
Berita Negara-negara Arab Kini Berupaya Halangi AS Serang Iran, Kenapa?


Jakarta, Pahami.id

Sejumlah negara Arab beberapa tahun lalu memandang positif serangan tersebut Amerika Serikat untuk mengubah rezim di Iran.

Namun, kini para pemimpin Arab, termasuk para penguasa Teluk yang telah lama berselisih dengan Teheran, mendesak pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk tidak menyerang Iran.


Selama dua tahun terakhir, para pemimpin Arab menyaksikan agresi Israel yang semakin terbuka, mulai dari pembantaian di Gaza, pendudukan Tepi Barat, hingga serangan langsung terhadap Qatar, sekutu AS, pada September 2025.

Israel bahkan disebut-sebut berperan dalam membujuk AS agar mengebom Iran untuk memastikan negaranya tetap menjadi satu-satunya negara yang memiliki kekuatan nuklir di kawasan.

Melihat perkembangan tersebut, para pemimpin Arab menyadari bahwa serangan AS terhadap Iran merupakan perpanjangan dari agresi Israel dan perluasan kekuasaannya di Timur Tengah.

Luncurkan analisis Mata Timur Tengahada perubahan struktural di tengah penolakan negara-negara Arab terhadap kemungkinan serangan AS-Israel terhadap Iran.

Meskipun Israel berusaha menjauhkan diri dari kemungkinan serangan AS terhadap Iran, bukti menunjukkan bahwa negara tersebut secara aktif memicu protes anti-rezim di Iran yang mendorong intervensi baru AS.

Awal bulan ini, mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan Menteri Warisan Israel Amichai Eliyahu mengatakan bahwa agen-agen Israel membantu memicu protes.

Sementara itu, Channel 14 Israel mengindikasikan bahwa Israel memasok senjata kepada pengunjuk rasa oposisi, yang dilaporkan membunuh puluhan pasukan keamanan Iran.

Laporan-laporan ini kemungkinan besar akan dibaca oleh para pemimpin Arab dalam konteks upaya Israel selama puluhan tahun untuk membujuk AS agar menggulingkan rezim Iran.

Namun upaya Israel untuk menjadi kekuatan dominan bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi pandangan negara-negara Arab mengenai potensi konflik AS-Israel-Iran. Perubahan dinamika regional juga memegang peranan penting.

Sejak tahun 2023, Iran telah menjadi sangat lemah akibat sanksi ekonomi dan serangan langsung AS-Israel yang telah menghancurkan kemampuan militer dan program nuklirnya.

Dari sudut pandang pemerintah Arab, Iran dalam situasi ini tidak lagi menjadi ancaman besar. Di sisi lain, jika Iran benar-benar diserang dan benar-benar runtuh, kekacauan yang terjadi akan semakin berbahaya.

Situasi ini dapat memicu konflik baru, melemahkan keamanan regional dan mengganggu perekonomian yang bergantung pada stabilitas, khususnya di negara-negara Teluk.

Negara-negara Teluk membutuhkan stabilitas demi keamanan regional dan kepentingan ekonomi. Mereka khawatir serangan terhadap Iran dan kemungkinan pembalasan akan mengganggu harga minyak dan gas alam.

Mesir juga khawatir bahwa jatuhnya rezim Iran dapat memicu ketidakstabilan di Laut Merah dan Terusan Suez, yang penting bagi perekonomiannya.

(fby/bac)