Berita Menlu Iran Kesal, Sebut Tuntutan AS soal Nuklir Berlebihan

by
Berita Menlu Iran Kesal, Sebut Tuntutan AS soal Nuklir Berlebihan


Jakarta, Pahami.id

Iran tersebut Amerika Serikat (AS) mengajukan tuntutan berlebihan di tengah negosiasi yang sedang berlangsung mengenai program nuklir Teheran dan konflik di kawasan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan hal tersebut saat berbicara dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, seperti dilansir The Times of Israel.


Dalam percakapan tersebut, Araghchi mengatakan Iran tetap terlibat dalam proses diplomatik meskipun berulang kali terjadi pengkhianatan diplomatik dan agresi militer terhadap Iran. Ia juga menyebut AS menunjukkan sikap kontradiktif dan berkali-kali melontarkan tuntutan berlebihan.

Pernyataan ini muncul ketika situasi AS-Iran kembali memanas. Beberapa media AS juga memberitakan bahwa Gedung Putih sedang mempertimbangkan opsi serangan baru terhadap Iran, meski belum ada keputusan akhir yang diambil.

Pada saat yang sama, para pemimpin Iran masih mempelajari usulan terbaru dari AS dalam upaya mencari jalan keluar dari konflik tersebut.

Presiden AS Donald Trump juga sebelumnya membatalkan rencana menghadiri pernikahan putranya dan memilih tetap berada di Washington untuk urusan pemerintahan. Keputusan tersebut memicu spekulasi bahwa situasi AS-Iran sedang memasuki fase sensitif.

Trump menggambarkan negosiasi dengan Iran tertatih-tatih antara mencapai kesepakatan atau melakukan serangan baru.

Konflik antara AS-Israel dan Iran dimulai pada 28 Februari. Perang tersebut kemudian memicu blokade sengit di sekitar Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan minyak dunia, sehingga berdampak pada perekonomian global.

Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April, kedua belah pihak telah menjalani beberapa putaran perundingan, termasuk perundingan langsung yang dimediasi oleh Pakistan. Namun hingga saat ini belum ada kesepakatan permanen atau pemulihan penuh akses ke Selat Hormuz.

Di tengah upaya mediasi tersebut, Panglima Angkatan Darat Pakistan juga tiba di Teheran untuk memperkuat proses diplomasi antara Iran dan AS.

(anm/dna)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google