Jakarta, Pahami.id –
PT Jasamarga Transjawa Toll (JTT) mendukung kebijaksanaan polisi untuk menghentikan KM 55 SD KM 47 Teknik Lalu Lintas di Jakarta. Jakarta-Cikampek Road (Japek).
“Setelah memantau kondisi lalu lintas kendaraan normal, atas kebijaksanaan polisi, Pt Jtt menghentikan KM 55 SD KM 47 Teknik Lalu Lintas di Jakarta di JArta Road Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta Jtta jtta jtta ria ria jtta ria ria ria al. Di antaraKamis (3/4).
Saat ini, kondisi lalu lintas di jalan tol Jakarta-Cikampek telah kembali ke kedua arah.
“Kami mendesak pengguna jalan tol Trans Java untuk memprioritaskan keamanan, mempersiapkan diri sebelum memasuki perjalanan di jalan tol.
Pastikan mereka dan kendaraan berada dalam kondisi tertinggi, memastikan kecukupan daya, bahan bakar dan keseimbangan uang elektronik, dan mematuhi tanda -tanda dan instruksi petugas di lapangan.
Untuk informasi, PT JTT sebagai manajer Trans Java Toll Road mengoptimalkan layanan operasi di dua gerbang tol utama, gerbang tol (GT) dari jalan tol dan Jakarta di Jakarta. Liburan 2025.
GT Kalakangkung menyediakan total 27 poin transaksi yang akan dibuka selama periode bolak -balik, 5 gardu tambahan telah disediakan di Cikampek 8 utama yang akan ditangani ketika ada peningkatan lalu lintas dalam aliran balik.
Pada saat implementasi rekayasa lalu lintas seperti satu cara ada 36 titik transaksi di GT Cikampek utama yang dapat dioperasikan untuk mendukung lancar lalu lintas. PT JTT selalu memastikan bahwa titik titik layanan transaksi berfungsi secara optimal.
Kesediaan gerbang dan gardu tol untuk tetap optimal dalam menangani pengembalian liburan 2025.
Selain optimasi di pintu tol, pelebaran juga diadakan di jalan tol Palimanan-Kakaci di KM 207+010 SD KM 209+010.
Ini untuk meningkatkan kapasitas jalan dan mengharapkan kepadatan potensial di area istirahat, terutama di area istirahat KM 207 A dan KM 208 yang tersisa.
(WIW)