Berita Konflik AS-Iran Memanas, Pramono Waspadai Lonjakan Harga di Jakarta

by
Berita Konflik AS-Iran Memanas, Pramono Waspadai Lonjakan Harga di Jakarta


Jakarta, Pahami.id

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung waspada terhadap potensi kenaikan harga barang dan jasa di ibu kota sebagai dampak meningkatnya konflik antar Amerika Serikat (Amerika Serikat) yang bekerja sama dengan Israel melawan Iran.

Pramono secara khusus menyoroti ancaman terganggunya rantai pasokan global akibat ketegangan tersebut, yang dikhawatirkan dapat membebani daya beli masyarakat Jakarta.


Saya sebagai Gubernur Jakarta berharap perang ini tidak berlangsung lama. Karena kalau berlarut-larut pasti berdampak pada barang dan jasa, kata Pramono di kawasan JPO Sarinah, Jakarta Pusat, Senin (2/3) sore.

Pramono menaruh perhatian besar pada masa perang. Dia menilai stabilitas keamanan global sangat penting untuk menghindari inflasi atau kenaikan harga secara tiba-tiba termasuk di Jakarta.

Ia merinci, poin penting eskalasi konflik ini ada pada jalur distribusi logistik utama dunia.

“Mengapa barang dan jasa? Alasan pertama rantai pasokan“Ini melalui Selat Hormuz, dimana hampir 30 persen minyak dunia selalu melewati selat ini,” kata Pramono.

Jika konflik semakin parah dan berujung pada penutupan Selat Hormuz, menurut Pramono rantai pasok (rantai pasokan) secara global akan mengalami gangguan yang parah.

“Jadi kalau ini kemudian ditutup pasti berdampak pasokan chain menjadi lebih lama, biaya perjalanan barang tersebut menjadi lebih mahal, dan pengaruhnya terhadap harga pasti akan terpengaruh.

Pramono berharap ketegangan di Timur Tengah segera mereda.

“Jadi, saya berharap perang ini tidak berlangsung lama,” ujarnya.

(anak/anak-anak)