Jakarta, Pahami.id —
tentara Israel menghancurkan secara paksa puluhan bangunan Palestina di Yerusalem Timur dan Tepi Barat yang ditempati pada Selasa (10/2).
Operasi pembongkaran ini terus meluas ke seluruh wilayah, setelah kabinet Israel menyetujui peraturan baru yang mempermudah perampasan tanah oleh pemukim ilegal Yahudi.
Salah satu rumah yang dibongkar adalah milik aktivis Palestina Fakhri Abu Diab, yang dihancurkan ketika pasukan Israel menyerang rumah tersebut dengan polisi, staf kota, dan buldoser.
“Ini adalah operasi yang sangat intens,” kata Abu Diab kepada The New Arab.
“Mereka merusak tembok dan pagar rumah milik enam keluarga Palestina,” tambahnya.
Menurut laporan dari sumber lokal dan Pusat Informasi Wadi Hilwah, pasukan Israel menyerbu lingkungan Al-Bustan di Silwan, Yerusalem Timur, dan merobohkan tembok dan pagar di sekitar rumah.
Dalam penggerebekan tersebut, setidaknya dua warga Palestina juga ditangkap. Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina juga membenarkan adanya empat warga lagi yang terluka dalam operasi di Silwan.
Pihak berwenang Israel sering membenarkan pembongkaran perumahan yang tidak memiliki izin, terutama di wilayah yang berada di bawah kendali penuh mereka.
Namun, warga Palestina dan kelompok hak asasi manusia bersikeras bahwa mendapatkan izin hampir mustahil bagi warga Palestina. Akibatnya, pembongkaran tersebut digunakan untuk mengubah demografi demi kepentingan pemukim Israel.
Abu Diab mengatakan, sejak 7 Oktober 2023, total 37 rumah di kawasan tersebut telah dibongkar, sedangkan rumah lainnya telah mendapat pemberitahuan kosong atau dibongkar.
Dia menambahkan bahwa beberapa bagian Al-Bustan akan diubah menjadi taman, kebun dan area parkir sesuai dengan rencana kota untuk pemukim Yahudi.
“Keberadaan kami di kawasan ini menjadi sasaran. Tempat berdirinya rumah dan kamar tidur kami akan dijadikan taman atau area parkir,” kata Abu Diab.
“Ini adalah bagian dari rencana luas untuk membangun kedaulatan, dominasi dan kendali atas Yerusalem Timur melalui kekerasan. Tujuannya adalah untuk mengosongkan kota tersebut,” tambahnya.
Menurut Komisi Pendudukan dan Perlawanan terhadap Tembok, sejak Oktober 2023 Israel telah melakukan 1.014 pembongkaran di seluruh Tepi Barat yang diduduki.
Pembongkaran tersebut juga mencakup Yerusalem Timur, yang berdampak pada total 3.679 bangunan, termasuk 1.288 rumah yang dihuni.
Israel semakin mengintensifkan operasi militer di Tepi Barat sejak perang di Gaza pada Oktober 2023. Data Palestina menunjukkan 1.112 warga Palestina tewas, lebih dari 11.500 luka-luka, dan lebih dari 21.000 ditangkap selama periode tersebut.
(rnp/dna)

