Berita IAEA Kecam Serangan Drone Dekat Pembangkit Listrik Nuklir di UEA

by
Berita IAEA Kecam Serangan Drone Dekat Pembangkit Listrik Nuklir di UEA


Jakarta, Pahami.id

Menyerang drone menargetkan pembangkit listrik tenaga nuklir di Uni Emirat Arab pada Minggu (17/5) menuai kritik dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA), sebuah badan otonom khusus di PBB (PBB).

Ketua IAEA, Rafael Grossi, mengutuk serangan ini dan menyatakan keprihatinannya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga fasilitas nuklir dari ancaman eksternal. Hal tersebut ia sampaikan melalui postingan media sosial.


“Menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut dan mengatakan bahwa aktivitas militer yang mengancam keamanan nuklir tidak dapat diterima,” tulis Grossi, seperti dilansir AFP.

Menurut pernyataan Kementerian Pertahanan UEA, drone yang menyerang fasilitas tersebut adalah satu dari tiga drone yang memasuki negara tersebut dari perbatasan barat.

Drone tersebut menabrak generator listrik di luar perimeter Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Barakah yang terletak di provinsi Al Dhafra, sekitar 200 kilometer sebelah barat Abu Dhabi.

Di sisi lain, pejabat Korea Electric Power Corporation (KEPCO) yang mengoperasikan Pembangkit Listrik Barakah menyatakan tidak ada korban jiwa dan tidak ada kerusakan pada fasilitas nuklir tersebut.

Tampaknya tidak ada serangan langsung terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir yang kami kelola dan operasikan. Tampaknya kebakaran terjadi di fasilitas pembangkit listrik lain di pinggiran, kata pejabat KEPCO seperti dilansir kantor berita tersebut. Yonhap.

Pejabat KEPCO juga mengkonfirmasi bahwa salah satu reaktor telah dihentikan sementara sebagai tindakan pencegahan untuk menjamin keselamatan operasional.

Kementerian Pertahanan UEA juga sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab serangan drone tersebut. Informasi lebih lanjut akan dirilis setelah penyelidikan selesai.

Mulai beroperasi pada tahun 2020, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Barakah terletak 200 kilometer sebelah barat ibu kota UEA, Abu Dhabi, dekat perbatasan dengan Arab Saudi dan Qatar. Pembangkit ini memasok hingga seperempat kebutuhan listrik negara.

Otoritas Federal untuk Regulasi Nuklir (FANR) Uni Emirat Arab juga menekankan bahwa sistem vital pembangkit listrik tersebut masih beroperasi normal.

“Mengonfirmasi bahwa kebakaran tidak mempengaruhi keselamatan pembangkit listrik atau ketersediaan sistem kritisnya, dan semua unit beroperasi normal,” kata FANR dalam pernyataannya, seperti dilansir Berita Arab.

Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat hanya mendapatkan informasi dari sumber resmi. Hal ini untuk mencegah penyebaran rumor atau informasi yang belum terkonfirmasi.

(arti)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google