Jakarta, Pahami.id –
POLISI Papua Nugini Memblokir akses Facebook ke komunitas di tengah operasi kontrol, Senin (3/24).
Platform Meta Facebook dan Messenger pada saat yang sama tidak dapat digunakan pada hari Senin karena polisi melakukan tes untuk mengelola konten di platform.
“Kami tidak mencoba menekan kebebasan berbicara atau membatasi rakyat kami untuk menyatakan perspektif mereka,” kata Menteri Kepolisian Peter Tsiamalili, seperti dikutip oleh AFP.
“Namun, gerakan berita, pidato kebencian, pornografi, eksploitasi anak -anak, dan hasutan untuk kekerasan yang tidak terkendali pada platform seperti Facebook tidak dapat diterima,” katanya.
Namun, pemblokiran hanya terjadi sesaat karena pada hari Rabu (3/26) polisi mengatakan mereka diblokir agar Facebook dihapuskan.
Dalam sebuah pernyataan, polisi Papua Nugini mengatakan partainya sedang berjuang dengan penjahat yang melecehkan jejaring sosial.
“Operasi kontra-teroris sedang dilakukan untuk menangkap dua orang yang terkait dengan upaya untuk menghasut kekerasan,” kata Komisaris Polisi David Mankning, seperti dikutip oleh AFP.
Manning mengatakan beberapa aktor di jaringan kejahatan telah menggunakan Facebook untuk mengancam kekerasan anonim, menghasut konflik, dan mendorong tindakan yang memicu kerusuhan.
Menurutnya, polisi harus mengambil tindakan tegas sehingga mereka dapat mengidentifikasi aktor terkemuka, merusak jaringan yang ada, dan melindungi masyarakat.
(BLQ/DNA/BAC)