Jakarta, Pahami.id —
Kelompok peziarah pertama Palestina dari Tepi Barat yang diduduki Israel mulai berangkat ke Arab Saudi pada hari Senin untuk melaksanakan ibadah haji.
Kelompok jamaah haji Palestina ini terus beredar ketika Israel terus melarang warga Palestina, khususnya di Jalur Gaza, untuk menunaikan ibadah haji untuk ketiga kalinya berturut-turut.
Direktur polisi di persimpangan Karama, Waleed Ghannam, mengatakan bus yang membawa peziarah Palestina mulai berdatangan pada pagi hari di Jericho. Di lokasi itu, prosedur perjalanan diselesaikan sebelum pemberangkatan ke Arab Saudi.
Polisi di perlintasan Karama adalah jalur utama bagi warga Palestina di Tepi Barat untuk bepergian ke luar negeri.
Rombongan pertama jamaah haji Palestina terdiri dari 2.230 jamaah.
Sementara itu, Ghannam mengatakan sekitar 1.730 jamaah lainnya dijadwalkan berangkat pada Selasa (12/5) sebagai bagian dari persiapan pengiriman jamaah Palestina ke tanah suci.
Sebagian besar jamaah akan berangkat pada hari Senin dan Selasa, sedangkan izin akan berlanjut hingga 20 Mei dengan maksimal 500 jamaah yang berangkat setiap harinya.
Menurut data resmi Kementerian Wakaf dan Agama Palestina, sekitar 6.600 warga Palestina dari Tepi Barat akan menunaikan ibadah haji tahun ini.
Perdana Menteri Palestina Mohammed Mustafa juga meninjau pengaturan keberangkatan jamaah haji ke Arab Saudi dan meninjau pengaturan perjalanan dan akomodasi mereka.
Mustafa menerima presentasi dari Amin Qandil, kepala Otoritas Umum Penyeberangan dan Perbatasan, dan Menteri Wakaf Mohammed Najm mengenai langkah-langkah untuk memfasilitasi perjalanan jamaah, kata pernyataan itu.
Sementara itu, warga Palestina di Gaza sekali lagi tidak dapat menunaikan ibadah haji selama tiga tahun berturut-turut, karena Israel terus membatasi akses masuk dan keluar dari wilayah tersebut.
Keamanan juga diperketat sejak Israel melancarkan invasi brutal ke Jalur Gaza pada Oktober 2023 dan kini diperburuk dengan perang AS-Iran yang memicu blokade air di Timur Tengah.
Kementerian Wakaf mengatakan, akibat situasi ini, sisa kuota jemaah Gaza dipindahkan ke Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai tindakan luar biasa dan sementara untuk tahun ini.
Saat itu, Kementerian menyatakan keputusan tersebut diambil karena keterbatasan waktu dalam protokol haji yang ditandatangani Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi yang menetapkan 20 Maret 2026 sebagai batas waktu penerbitan visa haji.
(rds)
Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google

