Berita Dubes RI di Iran Beber Kondisi WNI Pasca Serangan Gabungan Israel-AS

by
Berita Dubes RI di Iran Beber Kondisi WNI Pasca Serangan Gabungan Israel-AS


Jakarta, Pahami.id

Duta Besar Indonesia untuk IranRoy Soemirat membenarkan telah berkoordinasi dengan simpul WNI (warga negara Indonesia) di Iran, di tengah serangan militer gabungan Israel dan Amerika Serikat pada Jumat (28/2).

Roy membenarkan, KBRI Teheran kini terus menjalin komunikasi dua arah dengan seluruh WNI di seluruh kota di Iran.

Hingga saat ini, sekitar pukul 14.30 waktu Iran, seluruh WNI yang kami hubungi di berbagai kota menyatakan tidak mengalami atau merasakan ancaman langsung terhadap WNI tersebut, kata Roy dalam keterangan audio.


Dikatakannya, saat ini WNI yang telah melaporkan diri dan terdaftar resmi di KBRI Teheran berjumlah 329 orang.

“Komunikasi ini sangat penting bagi kami untuk dapat memberikan asesmen yang paling akurat, memberikan bantuan dan perlindungan yang dibutuhkan WNI,” tambah Roy.

Selain itu, Roy juga mengimbau WNI yang berada di Iran mengambil tindakan untuk melindungi diri dan keluarganya.

“Kami akan terus melakukan penilaian menyeluruh terhadap situasi keamanan dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjamin keselamatan WNI,” tambahnya.

WNI juga dapat menghubungi Hotline KBRI Teheran melalui nomor +98 9914668845 / +98 902 466 8889 atau Hotline Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri melalui nomor +62 812-9007-0027.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan telah beberapa kali mengimbau WNI di Iran untuk mempertimbangkan meninggalkan negaranya dengan bebas, jika situasi tidak kondusif.

Meski demikian, pemerintah Indonesia masih menyiapkan rencana darurat.

“Semua rencana darurat masih ada termasuk berbagai pilihan jalur evakuasi jika diperlukan,” kata Plt Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, pada 23 Februari.

Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan ke Iran pada Sabtu (28/2) pagi. Serangan tersebut dikatakan menargetkan fasilitas kepresidenan, kantor kementerian, fasilitas militer, dan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Iran juga melancarkan serangan balik yang menargetkan beberapa fasilitas militer AS di Timur Tengah. Sejauh ini ledakan terjadi di beberapa negara seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Arab Saudi.

(Dna)