Berita Catatan Komisi I DPR soal Pasukan TNI ke Gaza di Bawah Board of Peace

by
Berita Catatan Komisi I DPR soal Pasukan TNI ke Gaza di Bawah Board of Peace


Makassar, Pahami.id

Komisi I DPR memberikan catatan penting terkait penyerahan tim TNI kepada GazaPalestina, untuk mendukung misi Dewan Perdamaian – perjanjian kerja sama multilateral yang diprakarsai oleh Presiden AS Donald Trump.

Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal menegaskan, pengerahan pasukan TNI ke Gaza hanya untuk kepentingan misi kemanusiaan dan tidak ikut serta dalam agenda Israel yang selama ini menodai dan menyerang wilayah Palestina.


“Jadi sebaiknya hanya membantu dalam bidang pengobatan dan zipur saja [zeni tempur]atau rehab-recon,” kata Syamsul Rizal di kantor PKB Sulsel, Makassar, Selasa (17/2).

Menurutnya, yang lebih dikenal dengan nama Daeng Ical, satu brigade TNI Angkatan Darat memang pernah menjalani pelatihan untuk menjadi bagian dari Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF), namun penugasannya harus dibatasi secara ketat.

“Komisi saya kan mengharuskan yang pertama-tama harus dilakukan adalah memastikan dulu sebelum mengirimkan pekerjaan apa itu garis silang Yang jelas akan ada debarkasi, baik untuk wilayah maupun penugasan ruas, ujarnya.

Politisi PKB itu menjelaskan, Indonesia terlibat dalam Dewan Perdamaian bersama Amerika Serikat dan beberapa negara lain serta perlu mendapat mandat dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Yang kami minta adalah merekomendasikan semaksimal mungkin untuk memastikan kepergian ini karena mandat PBB, bukan mandat lain,” ujarnya.

Daeng Ical menegaskan, pasukan TNI yang akan dikirim ke Gaza harus netral dan tidak mementingkan kepentingan pihak terkait, serta tidak boleh bertentangan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang independen dan aktif.

Makanya sebelum diutus, kami sudah pastikan apa tugasnya. Kalau bertentangan dengan prinsip kebebasan dan aktivitas serta visi kami untuk Indonesia, posisi kami Indonesia tidak akan diutus. Bahkan presiden juga sudah menegaskan, kalau bertentangan dengan kami, kami akan keluar (Dewan Perdamaian), ”ujarnya. katanya.

Dilaporkan sebelumnya Indonesia akan mulai mengerahkan pasukan ke Jalur Gaza di bawah bendera ISF pada April mendatang.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan, TNI menyiapkan brigade gabungan beranggotakan 8.000 orang.

Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 personel diharapkan siap dikerahkan sebagai pasukan pendahulu pada bulan April, sisanya akan dikerahkan pada bulan Juni. Namun Donny menegaskan, pengerahan pasukan masih menunggu keputusan pemerintah dan mekanisme internasional.

Berdasarkan informasi yang kami terima, hingga saat ini belum ada keputusan politik negara terkait tanggal keberangkatan TNI ke Gaza, kata Donny saat dihubungi. CNNIndonesia.com pada Senin (16/2).

Ia kemudian mengatakan, rencana pengiriman sekitar 8.000 personel tersebut masih dalam tahap persiapan dan menunggu keputusan Presiden RI Prabowo Subianto.

Secara internal, Rapat Persiapan TNI Satgas Perdamaian dan Kemanusiaan Indonesia yang dilaksanakan pada 12 Februari 2026 juga baru mencapai tahap penentuan tim yang akan dipersiapkan dalam format brigade gabungan dengan jumlah anggota 8.000 orang.

Donny kemudian menjelaskan, sejauh ini timeline yang disiapkan adalah pemeriksaan kesehatan dan persiapan administrasi hingga Februari, serta tingkat kesiapan tim pada akhir Februari.

“Ditargetkan sekitar 1.000 personel siap berangkat pada awal April 2026, dan seluruh unsur yang berjumlah 8.000 personel ditargetkan siap berangkat pada akhir Juni 2026,” ujarnya.

Istilah siap berangkat, lanjut Donny, bukan berarti sudah berangkat, melainkan benar-benar siap berangkat kapan saja.

Namun jadwal pemberangkatan tetap sepenuhnya menunggu keputusan politik negara dan mekanisme internasional yang berlaku, ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan RI Brigjen Rico Ricardo Sirait belum bisa memberikan kepastian. Ia meminta masyarakat menunggu sampai KTT Dewan Perdamaian selesai.

KTT Dewan Perdamaian akan diselenggarakan di Washington, AS pada 19 Februari. Indonesia merupakan anggota organisasi tersebut dan Presiden Prabowo Subianto telah mengonfirmasi kehadirannya dalam pertemuan tersebut.

“Tunggu saja (kegiatan di BoP) ini,” kata Rico CNNIndonesia.comSenin (16/2).

Pengerahan pasukan ISF dari negara-negara termasuk Indonesia menarik perhatian karena tugasnya antara lain memantau dan melucuti senjata Hamas. Namun, pada akhir pekan lalu, Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa pengerahan pasukan Indonesia di bawah naungan ISF bukan untuk misi tempur.

Partisipasi Indonesia bukan untuk misi tempur dan bukan untuk misi demiliterisasi, demikian rilis Kementerian Luar Negeri, Sabtu (14/2).

Kementerian Luar Negeri juga menyatakan militer Indonesia tidak akan melakukan operasi tempur atau konfrontasi dengan pihak bersenjata mana pun.

(mir/anak)