Berita AS-Iran Tegang, Israel Ikut Gelar Latihan Militer Besar di Darat-Laut

by
Berita AS-Iran Tegang, Israel Ikut Gelar Latihan Militer Besar di Darat-Laut


Jakarta, Pahami.id

tentara Israel menggelar dua latihan militer besar-besaran di dua tempat terpisah sejak Kamis (12/2), di tengah meningkatnya ketegangan antar kedua negara Iran Dan Amerika Serikat di Timur Tengah.

DI Israel selatan, tentara melakukan latihan di wilayah Eilat dan Lembah Arava, menyimulasikan skenario yang digambarkan oleh militer sebagai salah satu skenario “yang terburuk”.

Surat kabar Maariv, seperti dilansir Anadolu Agency, mengutip seorang sumber yang mengatakan tentara Israel sedang berlatih untuk menghadapi “skenario sangat berbahaya” yang mungkin mereka hadapi.


Laporan tersebut mengatakan skenario simulasi termasuk serangan rudal yang menargetkan Eilat dan sekitarnya, serangan terhadap kawasan wisata, dan upaya infiltrasi melintasi perbatasan Yordania atau dari Laut Merah.

Latihan tersebut juga mencakup persiapan kemungkinan serangan kelompok bersenjata dari Yaman menuju Teluk Eilat atau tiba melalui darat untuk melancarkan serangan dari daerah tersebut.

Di Mediterania, Angkatan Laut Israel melakukan latihan pertahanan skala besar selama beberapa hari.

Lembaga penyiaran publik Israel, KAN, mengatakan latihan itu menyimulasikan “ancaman multi-ranah” di bawah permukaan, di laut dan di udara, dan bertujuan untuk mempersiapkan pertahanan aset-aset strategis di perairan Israel, termasuk di fasilitas dan pelabuhan gas lepas pantai.

Latihan tersebut melibatkan kapal selam, kapal rudal, pasukan khusus angkatan laut, dan pesawat angkatan udara yang beroperasi bersama.

Latihan militer Israel terjadi ketika Amerika Serikat sekali lagi mengirimkan kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R Ford, ke Timur Tengah untuk memberikan tekanan pada Iran.

Laporan tentang USS Gerald R Ford muncul sehari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi Trump di Washington. Netanyahu datang untuk meminta Trump agar lebih keras terhadap Iran, termasuk menuntut agar Teheran mengakhiri program rudal balistiknya dan dukungannya terhadap proksinya.

Namun Trump menolak karena masih ingin melanjutkan perundingan diplomatik. Namun, ia mengerahkan kapal induk baru untuk mendesak Iran agar segera mencapai kesepakatan mengenai program nuklirnya.

(Dna)