Berita Arahan Penting Kapolda Metro Demo Hari Ini, Rekam Narasi di Lapangan

by
Berita Arahan Penting Kapolda Metro Demo Hari Ini, Rekam Narasi di Lapangan


Jakarta, Pahami.id

Kapolres Metro Jaya Irjen Polisi Asep Edi Suheri memberikan instruksi penting kepada petugas kepolisian saat menghadiri rapat tim terkait aksi massa mahasiswa di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (27/2).

Ada 18 pengarahan penting yang disampaikan Edi, termasuk kepada petugas intelijen, detektif, dan aparat keamanan lainnya.

Untuk intelijen, Asep secara khusus meminta aparat intelijen mendokumentasikan seluruh narasi yang ada di lapangan, baik gerak maupun tulisan.


“Ada 18 instruksi (instruksi penting) yang tentunya harus diikuti oleh rekan-rekan kita, semuanya terkait dengan pelaksanaan kegiatan pengabdian demonstrasi yang dilakukan saudara-saudara kita,” kata Asep saat memimpin aksi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat sore seperti dikutip dari di antara.

Pertama, pengamanan dan demonstrasi harus dilakukan secara aman, tertib dan terkendali serta tidak menimbulkan kerusuhan dan kerusakan fasilitas umum.

Kedua, petugas yang bertugas diminta tidak mudah terpengaruh emosi, bisa mengendalikan diri. Melaksanakan tugas secara manusiawi, sabar dan terukur.

Ketiga, personel intelijen wajib mempelajari secara detail tempat berkumpulnya masyarakat, fasilitas umum yang digunakan, dan kendaraan yang digunakan.

“Saya minta seluruh narasi yang ada di lapangan baik pergerakan maupun tulisannya didokumentasikan dan segera dilaporkan kepada pimpinan melalui jalur komando. Deteksi dan dokumentasi adalah kunci pencegahan,” kata Asep.

Keempat, bagi petugas detektif, jika menemukan peserta membawa peralatan berbahaya, selamatkan sedini mungkin, jangan bergerak sendiri-sendiri, bergerak secara beregu, satuan, dan tidak memisahkan diri dari kelompok.

Kelima, bagi tim Samapta dan Dalmas ikuti setiap perintah pimpinan. Jangan mudah terprovokasi, jaga barisan, jaga formasi dan pastikan tindakan formasi tetap tertib dan terukur, jelas Asep.

Keenam, apabila karena dinamika perkembangan situasi di lapangan kita harus melakukan dorongan massal, kita tetap akan melaksanakannya sesuai prosedur.

Ketujuh, Anggota Polri yang berada di gedung Mabes Polri tidak keluar kawasan, disiplin perimeter dan disiplin perbatasan merupakan bagian dari keselamatan objek dan keselamatan anggota.

Kedelapan, memeriksa kelengkapan alat, terutama alat khusus (alsus) pada saat apel harus dikencangkan.

Kesembilan, seluruh anggota wajib menaati ketentuan yang berlaku dalam peraturan internal Polri, antara lain pedoman penggunaan kekerasan, pengendalian massa, dan pengendalian kerusuhan.

Kesepuluh, segala tindakan di lapangan harus dalam satu komando. Tidak boleh ada inisiatif sendiri tanpa arahan. Petugas Jaga (Padal) hingga Perwira Menengah (Pamen) harus memastikan rantai komando berjalan lancar.

Kesebelas, anggota yang berhubungan dengan masyarakat, tidak bersikap sombong, tidak bersikap agresif.

Gas air mata

Keduabelas, tidak ada lagi pasukan yang harus terjebak di tempat atau tempat manapun zona pembunuhan.

Ketigabelas, gerakan militer, pengendalian kerusuhan dan penggunaan gas air mata hanya bisa dilakukan atas perintah saya, kata Asep.

Keempatbelas, petugas jaga harus mengedepankan persuasi.

Kelimabelas, setiap perkembangan dinamika situasi lapangan wajib dilaporkan sesegera mungkin. Jangan menunggu keadaan menjadi lebih buruk. Laporkan dengan cepat, laporkan dengan jelas, laporkan secara faktual.

Keenambelas, menjunjung tinggi prinsip Menjaga Jakarta, khususnya perlindungan warga negara. Keselamatan masyarakat adalah prioritas.

Ketujuh belas, menunjukkan profesionalisme, menjaga harkat dan martabat institusi, membuktikan bahwa Polri mampu menangani demonstrasi dengan sebaik-baiknya.

Kedelapanbelas, yang terakhir, ingat, kita satu komando, satu tujuan, demi keselamatan masyarakat. Tidak ada ego sektoral, tidak ada tindakan di luar garis komando. Yang ada hanya tanggung jawab kita sebagai Bhayangkara, tegas Asep.

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar aksi unjuk rasa di Mabes Polri pada Jumat (27/2).

Aksi demonstrasi tersebut digelar sebagai bentuk solidaritas dan dukungan terhadap penganiayaan yang dilakukan anggota Brimob Polda Maluku Bripda Mesias Siahaya terhadap pelajar Arianto Tawakal (14) hingga meninggal dunia.

Anggota BEM UI, Hafidz Hernanda mengatakan, ada lima tuntutan dalam aksi tersebut.

“Pertama, menuntut hukuman pidana semaksimal mungkin bagi polisi yang membunuh AT dan seluruh petugas yang melakukan penindasan,” ujarnya kepada wartawan.

Kedua, BEM UI juga mendesak agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto dicopot dari jabatannya.

Selain itu, BEM UI juga menuntut pembebasan seluruh tahanan politik kriminal dan penegakan batasan kekuasaan serta penarikan Polri dari jabatan publik.

“Kami juga menuntut hasil nyata dari Reformasi Polri secara struktural, kultural, dan instrumental kepada Komisi Percepatan Reformasi Polri,” ujarnya.

Sementara untuk mengamankan aksi, Polda Metro Jaya mengerahkan 3.992 anggotanya.

Sebanyak 3.992 anggota dikerahkan terdiri dari 3.093 anggota Polda Metro Jaya dan diperkuat anggota dari jajaran kepolisian, kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Ia juga menegaskan Polri hadir dengan mengedepankan pendekatan kemanusiaan dan memperhatikan hak asasi manusia.

Polda Metro Jaya juga menyiapkan rekayasa lalu lintas dan pengalihan arus situasional sesuai perkembangan di lapangan.

Langkah ini dilakukan untuk menghindari kemacetan yang berdampak pada aktivitas warga, terutama saat momentum Ramadhan. Masyarakat juga diimbau menyesuaikan rute perjalanan jika terjadi gangguan lalu lintas di beberapa ruas jalan.

(antara/anak-anak)