Jakarta, Pahami.id —
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengaku sudah memanggil duta besar Iran setelah pemerintah menuduh Teheran melanggar batas wilayahnya.
“Kementerian Luar Negeri telah memanggil duta besar Iran untuk Kerajaan Arab Saudi sebagai tanggapan atas serangan berani Iran yang menargetkan Kerajaan Arab Saudi dan beberapa negara tetangganya,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan di X.
Di sisi lain, negara-negara Teluk juga segera menggelar konferensi untuk menyikapi situasi di Iran.
Menurut laporan Al Jazeera, sumber di Teluk yang mengetahui masalah tersebut mengatakan bahwa pertemuan darurat para menteri luar negeri Dewan Kerjasama Teluk (GCC) akan diadakan melalui konferensi video hari ini.
GCC adalah aliansi politik dan ekonomi enam negara di Semenanjung Arab: Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Perang Iran dengan Israel dan sekutunya Amerika Serikat sudah memasuki hari kedua. Amerika dan Israel melancarkan serangan pertama pada Sabtu (28/2) waktu setempat.
Serangan itu menargetkan beberapa fasilitas militer Iran, kompleks pemimpin Iran, dan sasaran sipil. Dalam serangan pertama ini, ratusan warga sipil Iran menjadi korban, termasuk anak-anak dan perempuan.
Setidaknya 20 wilayah di Iran menerima serangan rudal dari Amerika dan Israel.
Serangan Israel dan AS juga berhasil menewaskan beberapa pemimpin Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei.
Para pemimpin Iran yang terbunuh termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, Komandan IRGC Mayor Jenderal Mohammad Pakpour, Sekretaris Dewan Pertahanan Iran Ali Shamkhani, Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh.
Kemudian Pejabat Intelijen Iran, Saleh Asadi, Pejabat Riset Iran, Hossein Jabal Amelian, Pejabat Riset Iran, Reza Mozaffari-Nia, dan penghubung senior pertahanan Iran, Mohammed Shirazi.
Serangan AS dan Israel juga menewaskan keluarga Khamenei, termasuk putri, menantu, dan cucu Khamenei.
Iran melancarkan serangan balik terhadap Israel dan beberapa pangkalan militer AS di negara-negara Teluk seperti Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Negara-negara Teluk lainnya yang tidak luput dari sasaran rudal Iran termasuk Oman dan Irak.
(dmi/dmi)

