Berita 9 Orang Tewas Saat Demo Kematian Khamenei di Konsulat AS di Pakistan

by
Berita 9 Orang Tewas Saat Demo Kematian Khamenei di Konsulat AS di Pakistan


Jakarta, Pahami.id

Setidaknya sembilan pengunjuk rasa ditembak dan dibunuh ketika mereka melanggar tembok luar konsulat Amerika Serikat di kota Karachi, Pakistan.

Demonstrasi tersebut merupakan respons atas serangan AS dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.


“Matilah Israel, matilah Amerika,” teriak pengunjuk rasa seperti dikutip dari ReutersMinggu (1/3).

Di Irak, polisi menembakkan gas air mata dan granat untuk membubarkan ratusan pengunjuk rasa pro-Iran yang berkumpul di luar Zona Hijau di ibu kota Baghdad, tempat kedutaan besar AS berada.

Pakistan dan Irak memiliki populasi Muslim Syiah terbesar setelah Iran.

Di Karachi, pengunjuk rasa diusir dari konsulat setelah mereka menerobos lapisan keamanan luar. Mereka membakar kendaraan di luar gerbang utama dan bentrok dengan polisi.

Juru bicara pemerintah Pakistan Sukhdev Assardas Hemnani mengatakan petugas keamanan konsulat AS melepaskan tembakan ke arah para pengunjuk rasa.

“Kami terus melakukan kontak dengan petugas konsulat. Mereka semua aman,” tambahnya.

Dalam demonstrasi tersebut, sembilan pengunjuk rasa tewas dan 34 lainnya luka-luka. Rumah Sakit Sipil Karachi mengatakan semua korban tewas dan terluka terkena tembakan.

Konsulat AS di Karachi dan Kedutaan Besar AS di Islamabad tidak menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Wartawan Reuters mendengar suara tembakan dan melihat gas air mata ditembakkan di jalan-jalan sekitar kompleks. Rekaman video menunjukkan pengunjuk rasa memegang foto Khamenei dan meneriakkan slogan-slogan anti-AS sebelum bentrokan terjadi.

“Kami memantau laporan demonstrasi yang sedang berlangsung,” kata Kedutaan Besar AS di Islamabad dalam sebuah postingan di X.

Kedutaan juga mengimbau warga AS di Pakistan untuk ekstra hati-hati di tengah eskalasi yang terus berlanjut.

Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi mendesak para pengunjuk rasa untuk tetap damai. Dia menambahkan bahwa setiap warga Pakistan juga berduka seperti masyarakat Iran.

Pemerintah provinsi memerintahkan penyelidikan tingkat tinggi untuk mengetahui bagaimana situasi meningkat dan mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Kantor PBB Terbakar

Sejumlah pengunjuk rasa juga turun ke jalan di wilayah lain Pakistan, membawa bendera hitam dan meneriakkan “Ganyang Amerika!” dan slogan-slogan anti-Israel.

Para pengunjuk rasa membakar gedung kantor PBB di kota utara Skardu, di provinsi Baltistan yang biasanya damai dan mayoritas penduduknya Syiah, yang populer di kalangan wisatawan.

“Sejumlah besar pengunjuk rasa berkumpul di luar kantor PBB dan membakar gedung tersebut,” kata juru bicara pemerintah setempat Shabbir Mir kepada Reuters.

Di pusat kota Lahore, polisi mengatakan ratusan pengunjuk rasa berkumpul di luar konsulat AS. Terjadi beberapa bentrokan kecil dengan polisi, yang menembakkan gas air mata untuk membubarkan para pengunjuk rasa.

Polisi mengatakan beberapa pengunjuk rasa mencoba merusak pagar keamanan yang berjarak ratusan meter dari konsulat.

(melalui/dmi)