Berita 4 Gelagat UEA Makin Mesra dengan Geng AS-Israel & ‘Musuhi’ Iran

by
Berita 4 Gelagat UEA Makin Mesra dengan Geng AS-Israel & ‘Musuhi’ Iran

Daftar isi



Jakarta, Pahami.id

Uni Emirat Arab (UEA) menjadi sorotan setelah beberapa media memberitakan bahwa Abu Dhabi terlibat secara tidak langsung dalam pertandingan Amerika Serikat-Israel vs Iran.

Keterlibatan UEA dalam perang tersebut diberitakan tersendiri, mulai dari laporan penerimaan pasokan senjata Israel hingga penggunaan senjata Tiongkok yang hanya dimilikinya untuk menyerang Iran.


Faktanya, negara-negara Teluk lainnya bersikeras tidak akan terlibat perang agar konflik tidak meluas. Sama seperti UEA, berbagai negara Teluk Arab juga menjadi korban serangan udara Iran karena pasukan dan pangkalan AS ditempatkan di wilayah mereka.

Pahami.id merangkum beberapa laporan terkait dugaan ‘pengkhianatan’ Uni Emirat Arab dalam perang AS-Israel vs Iran.

1. Secara diam-diam menyerang kilang minyak Iran

The Wall Street Journal (WSJ) pada 11 Mei memberitakan bahwa UEA terlibat aktif dalam perang AS-Israel vs Iran dengan melancarkan serangan, salah satunya terhadap kilang minyak Iran di Pulau Lavan.

Laporan tersebut muncul setelah jet tempur Mirage Prancis dan drone Wing Loong Tiongkok ditemukan digunakan oleh UEA dalam serangannya terhadap Iran.

Kedua pesawat yang dioperasikan oleh militer Abu Dhabi itu terlihat dalam foto yang diambil di Iran pada awal April. Saat itu, Iran menuduh UEA dan Kuwait terlibat dalam perang tersebut. Namun negara-negara Arab, khususnya UEA, membantahnya.

2. Menerima kunjungan Netanyahu

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga dilaporkan mengunjungi UEA selama perang. Kunjungan rahasia tersebut baru diungkap oleh kantor Netanyahu pada 13 Mei, namun dibantah keras oleh Kementerian Luar Negeri UEA.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri UEA menyebut Netanyahu belum pernah mengunjungi Abu Dhabi. Bos badan intelijen Israel David Barnea dan kepala Shin Bet David Zini juga disebut tidak pernah datang untuk berkoordinasi seperti yang diklaim.

“Uni Emirat Arab membantah laporan yang beredar terkait dugaan kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke UEA, atau penerimaan delegasi militer Israel di negara tersebut,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri UEA.

“Setiap tuduhan mengenai kunjungan atau pengaturan yang belum diumumkan secara resmi adalah tidak berdasar kecuali dikeluarkan oleh otoritas resmi terkait di UEA,” tambah pernyataan Kementerian Luar Negeri UEA seperti dikutip. AFP.

Namun, mantan juru bicara Kantor Perdana Menteri Israel Ziv Agmon, yang mengundurkan diri pada bulan Maret, membantah bantahan UEA.

Dia mengatakan dia hadir pada kunjungan Netanyahu ke UEA dan PM tersebut “diterima dengan penghargaan kerajaan”.

“Sebagai seseorang yang mengenal UEA dengan baik dan telah lama tinggal di sana, serta seseorang yang menemani perdana menteri dalam perjalanan bersejarah yang sangat rahasia hingga hari ini, saya dapat mengatakan bahwa PM disambut di Abu Dhabi dengan penghormatan kerajaan,” tulis Agmon di Facebook.

“MBZ, keluarganya, dan pejabat lainnya menyambut kami dan senang melihat perdana menteri Israel berada di tanah mereka. MBZ sangat menghormati PM, dan bahkan secara pribadi mengantar PM dengan mobil pribadinya dari pesawat menuju istana,” tambahnya.

3. Israel mengirimkan senjata untuk membantu menghadapi Iran

UEA juga dilaporkan menerima sistem pertahanan udara Israel untuk mencegat serangan udara Iran.

Financial Times pada awal Mei melaporkan bahwa sistem laser Iron Beam telah dikirim Israel ke UEA ketika perang pecah pada akhir Februari.

Selain Irom Beam, Tel Aviv juga memasok sistem pengawasan canggih yang dikenal sebagai Spectro untuk membantu Abu Dhabi mendeteksi drone Iran dari jarak hingga 20 kilometer. Menurut sumber yang mengetahui masalah ini, Israel juga mengirimkan sistem senjata tambahan yang tidak ditentukan ke UEA.

Selain senjata, Tel Aviv juga memberikan intelijen real-time kepada UEA terkait peluncuran rudal dari Iran.

Bantuan dari Israel ini menandai perkembangan penting dalam kerja sama keamanan kedua negara sejak penandatanganan Perjanjian Abraham.

Israel dan UEA menjalin hubungan diplomatik, ekonomi, dan keamanan pada tahun 2020 di bawah kerangka Perjanjian Abraham. Ini adalah kesepakatan yang diprakarsai oleh Presiden AS Donald Trump yang sebagian disebabkan oleh ancaman Iran di Timur Tengah.

4. Membujuk Saudi & Qatar untuk menyerang Iran

UEA juga dilaporkan telah membujuk Arab Saudi dan Qatar untuk juga melancarkan serangan balik terhadap Iran ketika perang pecah.

mengikuti TelegrapPresiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan meminta Saudi dan Qatar untuk bergabung dalam serangan baliknya terhadap Iran pada awal perang. Namun, upaya tersebut tidak berhasil.

(blq/rds)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google