Honor resmi meluncurkan Robot Phone, ponsel pintar yang dibekali dengan teknologi kamera robotik dan sebelumnya sempat dipamerkan di ajang Mobile World Congress pada Maret 2026.
Robot Phone dilengkapi oleh gimbal mekanis tiga sumbu dengan empat arah pergerakan. Fitur ini memungkinkan penstabilan video sekaligus interaksi unik lewat gerakan mengangguk dan memiringkan kamera.
Menurut laporan South China Morning Post pada Kamis (13/8), fitur tersebut cukup diaktifkan dengan gestur tangan. Nantinya, kamera gimbal itu akan muncul dan terbentang dari sisi belakang ponsel.
Di luar kemampuan kecerdasan buatan atau AI agentic standar yang dapat menjalankan berbagai tugas lintas aplikasi, Robot Phone dapat memanfaatkan embodied AI untuk meningkatkan performa perekaman video secara fisik. Kamera gimbal tersebut dirancang untuk menggeser dan memiringkan posisinya secara otomatis agar pengguna tetap berada di tengah bingkai gambar saat melakukan panggilan video atau live streaming.
Honor juga menggandeng pembuat kamera sinema asal Jerman, Arri, untuk menggarap teknologi pencitraan pada perangkat ini. Ponsel tersebut dijadwalkan mulai dijual di China pada Selasa (18/8) dengan harga 9.999 yuan atau sekitar Rp26,5 juta.
Langkah berani Honor ini diambil di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi para produsen perangkat keras. Selain persaingan ketat antarperusahaan dalam mengintegrasikan fitur AI secara menyeluruh, industri ini juga mesti menghadapi lonjakan harga memori, kelangkaan komponen, serta proyeksi penurunan pengiriman ponsel pintar global sebesar 14 persen pada tahun ini menurut lembaga riset IDC.
Peluncuran ini juga sejalan dengan langkah besar perusahaan yang berbasis di Shenzhen tersebut, yang saat ini tengah bersiap untuk IPO di China. Melanjutkan komitmennya pada tahun 2025 untuk menginvestasikan US$10 miliar selama lima tahun dalam transformasi AI, Honor berupaya bertransisi dari sekadar merek ponsel pintar tradisional menjadi bagian dari ekosistem perangkat AI yang lebih luas.
Perusahaan ini juga semakin erat mengaitkan identitasnya dengan dunia robotika. Awal tahun ini, Honor sempat memamerkan robot humanoid pertamanya, yang berhasil meraih medali emas pada ajang setengah maraton robot humanoid di Beijing pada bulan April lalu.

