Presentasi menjadi salah satu bagian penting dalam dunia pemasaran untuk menyampaikan ide, membangun koneksi, sekaligus menunjukkan nilai kepada klien di era 360 marketing. Chief Operating Officer SCGI Agency Raymond Muliadi membagikan sejumlah tips presentasi menarik yang dapat membantu memenangkan hati klien.
Mengapa Presentasi yang Menarik Sangat Penting?
Presentasi bisnis tidak berhenti pada tampilan deck atau proposal yang menarik saja. Ada sejumlah hal yang perlu dipersiapkan agar pesan yang disampaikan benar-benar relevan dengan kebutuhan klien.
Selain itu, strategi 360 marketing menggabungkan berbagai saluran pemasaran, baik online maupun offline. Oleh karena itu, kemampuan menyampaikan ide dengan jelas dan menarik menjadi semakin krusial.
1. Olah Data yang Relevan
Langkah pertama adalah memahami siapa yang akan menjadi klien dengan mengumpulkan data relevan terkait bisnis, karakter konsumen, hingga tujuan kampanye. Data tersebut membantu memahami latar belakang bisnis dan brand positioning klien.
“Data primer bisa didapat melalui proses tanya jawab dengan brand owner dan tim-tim terkait, performance toko e-commerce serta social media presence,” kata Raymond.
Selain itu, pengolahan data penting dalam strategi 360 marketing karena membantu menyatukan berbagai saluran pemasaran secara seragam dan konsisten. Data juga membantu mengenali perilaku konsumen serta mengevaluasi efektivitas kampanye.
2. Sampaikan Presentasi dengan Bahasa yang Mudah Dipahami
Data sudah siap, pesan sudah dirancang, dan visual telah dibuat. Tahap berikutnya adalah menyampaikan presentasi kepada klien dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti.
Raymond mengatakan bahwa penyampaian materi perlu disesuaikan dengan audiens, terutama ketika berhadapan dengan jajaran eksekutif.
“Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, mempermudah bahasan teknis menjadi non-teknis terutama untuk audience executive dan menggunakan visualisasi dan teks yang singkat,” kata dia.
Presenter perlu benar-benar memahami materi dan berlatih agar penyampaian terasa natural, bukan sekadar membacakan laporan yang terpampang di layar.
3. Bangun Komunikasi Dua Arah
Presentasi yang baik seharusnya tidak berjalan satu arah. Audiens perlu diberi ruang untuk bertanya, memberikan tanggapan, atau menyampaikan hal-hal yang belum jelas.
Komunikasi dua arah membuat suasana pertemuan lebih cair dan membantu presenter memahami respons dari calon klien.
“Memperbolehkan waktu untuk bertanya setiap beberapa menit, terutama jika ada pembahasan teknis yang mendalam,” ungkap Raymond.
Langkah ini membuat klien merasa didengar dan dihargai, sehingga koneksi dan kepercayaan dapat dibangun sejak awal.
4. Jangan Lupakan Call to Action
Setelah seluruh ide, data, dan solusi disampaikan, presentasi perlu ditutup dengan call to action (CTA) yang jelas sebagai jembatan menuju tindakan nyata.
Menurut Raymond, CTA sebaiknya disampaikan tanpa cara memaksa dengan menjelaskan nilai yang ditawarkan dan menjawab kebutuhan klien.
“Meyakinkan value yang diberikan, menjawab tantangan klien, serta membawa mereka ke posisi yang lebih baik,” ujar Raymond.
Pada akhirnya, tips presentasi menarik mencakup pemahaman data, penyampaian pesan yang sederhana, komunikasi dua arah, hingga pemberian CTA yang tepat untuk menciptakan kerja sama yang lebih kuat.

