Site icon Pahami

Kenapa Ikan Cupang Diam dan Tidak Mau Makan? Ini Alasannya

Kenapa Ikan Cupang Diam dan Tidak Mau Makan? Ini Alasannya

Ikan cupang yang biasanya aktif tiba-tiba diam di dasar akuarium, berenang lebih lambat, atau bahkan tidak menyentuh makanan tentu membuat pemiliknya khawatir. Perubahan perilaku tersebut memang patut Anda perhatikan karena suhu dan kualitas air, kondisi lingkungan, hingga penyakit dapat memengaruhi aktivitas serta nafsu makan ikan cupang (Betta splendens).

1. Suhu Air Terlalu Dingin

Suhu air menjadi salah satu hal pertama yang perlu Anda periksa ketika cupang tiba-tiba menjadi pasif. Cupang merupakan ikan tropis yang membutuhkan air hangat.

Ketika suhu terlalu rendah, aktivitas tubuhnya dapat melambat, termasuk perilaku mencari dan memakan makanan.

Penelitian yang diterbitkan dalam Canadian Journal of Zoology menguji batas toleransi suhu pada sejumlah ikan akuarium tropis, termasuk Betta splendens. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas dan tingkat makan cupang mulai menurun ketika suhu berada di kisaran 16,5-17,5 derajat Celsius.

Namun, angka tersebut bukan berarti cupang baru akan mengalami masalah ketika suhu air mencapai 16 derajat Celsius. Suhu akuarium untuk cupang peliharaan sebaiknya jauh lebih hangat.

Mengutip PetMD, suhu air yang direkomendasikan untuk cupang berada di kisaran 76-81 derajat Fahrenheit atau sekitar 24,4-27,2 derajat Celsius. Selain suhu, kestabilannya juga penting karena perubahan suhu yang terlalu cepat dapat membuat ikan stres.

2. Kualitas Air Akuarium Bermasalah

Air yang terlihat jernih belum tentu memiliki kualitas yang baik untuk ikan. Kualitas air merupakan salah satu faktor penting dalam memelihara cupang.

Anda perlu memperhatikan sejumlah parameter, seperti kadar amonia, nitrit, nitrat, dan pH. Perubahan kondisi air dapat membuat ikan stres sekaligus meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Studi terhadap 40 ikan cupang jantan yang diterbitkan dalam Animal Behaviour Science menemukan bahwa semakin tinggi tingkat kekeruhan air, semakin rendah feeding rate atau tingkat makan ikan. Ikan juga membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai makanan.

Artinya, kondisi lingkungan akuarium yang buruk tidak hanya dapat membuat cupang terlihat malas bergerak, tetapi juga mengurangi responsnya terhadap makanan.

3. Cupang Sedang Stres

Cupang memang dikenal sebagai ikan yang relatif mudah Anda pelihara. Namun, bukan berarti Anda dapat menempatkan ikan ini dalam kondisi lingkungan apa pun.

Lingkungan yang tidak sesuai dapat membuat cupang stres. Beberapa penyebabnya antara lain aliran filter yang terlalu kuat, perubahan kondisi akuarium secara mendadak, hingga lingkungan yang membuat ikan tidak merasa aman.

Cupang membutuhkan air yang bersih dan stabil, aliran air yang lembut, tempat untuk bersembunyi, serta akses ke permukaan air.

Ikan ini juga memiliki organ labirin yang memungkinkannya mengambil udara langsung dari permukaan air. Karena itu, permukaan akuarium tidak sebaiknya tertutup rapat atau terhalang sehingga cupang kesulitan mengambil udara.

4. Bisa Menjadi Tanda Sedang Sakit

Diam dan tidak mau makan juga dapat menjadi tanda cupang sedang sakit, terutama jika disertai perubahan fisik lainnya.

Mengutip penelitian yang diterbitkan dalam Comparative Medicine, cupang yang mengalami gangguan kesehatan dapat menunjukkan perubahan perilaku, seperti lethargy atau menjadi sangat pasif, tidak tertarik pada makanan, serta sirip yang menguncup atau menempel ke tubuh.

Tanda lainnya dapat muncul tergantung masalah kesehatan yang Anda alami. Pada kondisi fin rot, misalnya, sirip dapat terlihat rusak atau memiliki bagian tepi yang tidak rata. Sementara itu, pada gangguan kesehatan tertentu, ikan dapat mengalami perubahan warna, luka, atau kesulitan menjaga keseimbangan tubuh.

Cara Mengatasi Cupang yang Diam dan Tidak Mau Makan

Ketika ikan cupang diam dan tidak mau makan, Anda tidak boleh memberikan obat secara sembarangan sebagai langkah pertama. Anda sebaiknya mulai dengan memeriksa suhu dan kualitas air, kemudian mengamati perubahan perilaku serta kondisi fisik ikan.

Anda harus memastikan pula makanan yang Anda berikan sesuai dengan kebutuhan cupang. Ikan ini merupakan karnivora sehingga membutuhkan makanan dengan kandungan protein yang cukup tinggi.

Anda dapat memberikan makanan khusus cupang dalam porsi kecil secara rutin. Anda juga harus menghindari pemberian makanan secara berlebihan karena sisa makanan yang tidak dimakan dapat mengotori air dan memperburuk kualitas akuarium.

Jika setelah kondisi lingkungan diperbaiki cupang tetap lemas, tidak mau makan, atau menunjukkan tanda fisik yang tidak biasa, Anda sebaiknya tidak mengabaikan kondisi tersebut. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter hewan yang berpengalaman menangani ikan atau ahli ikan untuk membantu menentukan penyebab cupang diam dan tidak mau makan sekaligus langkah penanganan yang tepat.

Exit mobile version