Keterbatasan anggaran sering membuat sebagian orang berpikir bahwa makanan bergizi membutuhkan biaya besar, padahal pemenuhan nutrisi keluarga tetap dapat terwujud melalui bahan pangan sederhana.
Mengatur Variasi Karbohidrat dan Sumber Protein Terjangkau
Masyarakat dapat memenuhi kebutuhan nutrisi dengan mengenali bahwa makanan sehat tidak harus mahal dan tidak identik dengan bahan pangan tertentu seperti ikan salmon, menurut Ahli Nutrisi Tara Mutiara Ramdani.
Selain itu, Ahli Nutrisi Tara Mutiara Ramdani menjelaskan bahwa rata-rata masyarakat Indonesia sudah memenuhi kebutuhan kalori harian, namun asupan tersebut masih banyak didominasi oleh karbohidrat yang menyumbang sekitar 50-60 persen dari asupan pangan harian.
Masyarakat tidak harus selalu mengandalkan nasi putih sebagai sumber utama energi karena kita memiliki banyak sekali pangan lokal dari umbi-umbian seperti kimpul dan beras beraneka warna.
Selain karbohidrat, pemenuhan protein juga menjadi bagian penting dalam menyusun menu bergizi yang bisa diperoleh dari bahan pangan hewani maupun nabati.
Ahli Nutrisi Tara Mutiara Ramdani menyatakan bahwa tempe dan tahu dapat menjadi pilihan sumber protein nabati yang relatif ekonomis, namun sumber protein hewani juga sebaiknya tetap masuk dalam menu sehari-hari karena lebih mudah dicerna dan diserap.
Kebutuhan protein hewani menjadi perhatian khusus pada anak-anak untuk membantu memenuhi kebutuhan asam amino esensial yang diperlukan dalam menunjang tumbuh kembang.
Namun, pemenuhan makanan beragam pada anak masih menjadi tantangan karena hanya 43 persen balita usia 6-23 bulan di Indonesia yang mendapatkan Minimum Acceptable Diet.
Orang tua tidak harus selalu memilih daging sebagai sumber protein hewani, sebab telur dan ikan dapat menjadi alternatif ramah di kantong karena Indonesia adalah negara kepulauan dengan keanekaragaman ikan yang tinggi.
Telur juga menjadi pilihan praktis untuk melengkapi menu keluarga karena harganya relatif terjangkau, mudah diolah, dan dapat dipadukan dengan berbagai jenis sayuran.
Peran Susu dan Strategi Menyusun Menu Seimbang
Susu dapat menjadi salah satu pilihan untuk melengkapi asupan gizi harian karena memiliki kualitas protein yang baik berdasarkan metode penilaian Digestible Indispensable Amino Acid Score (DIAAS).
Ahli Nutrisi Tara Mutiara Ramdani menjelaskan bahwa protein susu sapi memiliki nilai DIAAS di atas 100 persen, meskipun susu sebaiknya diposisikan sebagai bagian dari pola makan secara keseluruhan dan bukan sebagai pengganti makanan utama.
Masyarakat disarankan berpedoman pada prinsip gizi seimbang melalui Tumpeng Gizi dan konsep Isi Piringku agar komposisi makanan mencakup sumber karbohidrat, sayuran, protein, dan buah dalam proporsi seimbang.
Di tengah kondisi ekonomi yang menuntut masyarakat lebih selektif dalam berbelanja, perencanaan menu menjadi semakin penting agar kita pintar mengatur strategi makanan yang padat gizi.
Masyarakat juga tidak perlu merasa bersalah ketika sesekali membeli makanan jadi atau makanan olahan, asalkan tetap memperhatikan keseimbangan menu secara keseluruhan.
Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro, menyatakan bahwa kondisi ekonomi membuat masyarakat perlu semakin cermat dalam menentukan prioritas pengeluaran, termasuk untuk kebutuhan pangan.
Melalui kampanye nasional ‘Temani Langkahmu Kini dan Nanti’, Frisian Flag Indonesia menyatakan komitmennya untuk mendampingi keluarga Indonesia dalam memenuhi kebutuhan nutrisi pada berbagai tahap kehidupan.
Perusahaan juga menyatakan konsisten memberikan edukasi mengenai kesehatan dan nutrisi agar masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap pangan, tetapi juga memahami cara menyusun pola makan yang sesuai kebutuhan.

