Anak mantan Presiden AS Joe Biden, Hunter Biden, mengungkapkan bahwa kanker yang diderita ayahnya mengalami metastasis lebih lanjut dan telah menyebar hingga ke tulang.
Hal tersebut disampaikan oleh Hunter Biden dalam sebuah wawancara dengan BBC baru-baru ini, seperti dilansir AFP pada Minggu (9/8/2026). Pada Mei 2025 atau empat bulan setelah mengakhiri masa jabatannya sebagai presiden tertua yang pernah menjabat, Joe Biden mengumumkan dirinya didiagnosis menderita kanker prostat agresif yang telah menyebar ke tulang-tulangnya.
Mantan Presiden AS itu kemudian menjalani rangkaian pengobatan yang mencakup radiasi dan terapi hormon. Pria berusia 83 tahun tersebut sebelumnya menyebut pengobatannya berjalan sangat baik.
Kendati demikian, dalam wawancara yang dipublikasikan BBC Newsnight, Hunter Biden menyatakan bahwa penyakit ayahnya tetap menyebar meskipun sudah mendapatkan perawatan medis. “Kankernya telah menyebar, mengalami metastasis ke tulang-tulangnya dan bagian tubuh lainnya,” ucap Hunter Biden.
Hunter Biden menceritakan bahwa ayahnya masih terus beraktivitas meski berada dalam kondisi lemah dan merasakan sakit. Ia mengaku merasa berat serta sedih melihat situasi kesehatan orang tuanya tersebut. “Rasanya sangat menyakitkan dan sangat melemahkan dalam banyak hal, namun ia tetap beraktivitas. Ia tetap menjalani kegiatannya… ia sangat meyakini negara ini,” ujar Hunter Biden sembari tampak emosional di beberapa momen wawancara.
Terlepas dari pertanyaan yang terus muncul mengenai kesehatannya sebagai presiden AS tertua sepanjang sejarah, Biden yang saat itu berusia 81 tahun sempat memutuskan kembali mencalonkan diri pada tahun 2024. Selepas penampilan debat yang kurang maksimal melawan Donald Trump pada Juni 2024 serta gelombang tekanan dari Partai Demokrat, Biden akhirnya mundur dari pencalonan presiden. Donald Trump kemudian keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan kandidat pengganti Biden yang kala itu menjabat sebagai wakil presiden, Kamala Harris.

