Site icon Pahami

Dampak Kabut Asap Karhutla Indonesia, Malaysia Tutup Ratusan Sekolah di Sarawak

Dampak Kabut Asap Karhutla Indonesia, Malaysia Tutup Ratusan Sekolah di Sarawak

Pemerintah negara bagian Serawak, Malaysia memerintahkan menutup hampir 600 sekolah di 10 distrik akibat dibekap asap kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan, Indonesia.

Alasan Penutupan Ratusan Sekolah di Sarawak

Departemen Pendidikan Sarawak menjelaskan bahwa penutupan 591 sekolah dasar dan menengah tersebut berlaku efektif pada Kamis (20/8). Selain itu, kebijakan ini mencakup wilayah Kota Kuching, Padawan, Bau, Lundu, Samarahan, Simunjan, Serian, Sri Aman, Lubok Antu dan Betong.

Departemen Pendidikan Sarawak menegaskan bahwa keputusan ini merupakan langkah pencegahan untuk melindungi keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan siswa, khususnya dari risiko paparan udara tidak sehat, dikutip dari Channel News Asia.

Sebagai dampaknya, badan tersebut menyatakan sedikitnya 197.323 siswa terdampak. Mereka terdiri dari 107.590 siswa di 509 sekolah dasar dan 89.733 siswa di 82 sekolah menengah.

Penerapan Belajar dari Rumah dan Penanganan Karhutla di Indonesia

Tidak hanya menutup sekolah, departemen tersebut menambahkan bahwa pembelajaran dari rumah akan diterapkan selama sekolah ditutup untuk memastikan kegiatan belajar siswa tidak terganggu. Di sisi lain, perkembangan lebih lanjut mengenai masa penutupan dan pembukaan kembali sekolah akan diumumkan melalui saluran resmi serta kantor pendidikan di masing-masing distrik.

Perlu dicatat, ini merupakan kali kedua dalam bulan ini sekolah-sekolah di Sarawak mendapat perintah tutup akibat kabut asap. Kabut asap sendiri menerjang sejumlah wilayah di Malaysia menyusul kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, pihak berwenang Indonesia telah melakukan berbagai cara untuk mengatasi karhutla ini. Pemadam kebakaran, badan penanggulangan bencana, militer hingga polisi dikerahkan untuk saling bekerja sama memadamkan kebakaran.

Selain mengerahkan aparat, Indonesia juga melakukan operasi modifikasi cuaca atau OMC untuk mengkondisikan awan agar bisa hujan. Tidak hanya itu, Kementerian Lingkungan Hidup mengeluarkan instruksi yang mewajibkan pemerintah daerah melakukan aksi pencegahan masif, intensifikasi, patroli gabungan, dan pemantauan ketat tinggi muka air tanah gambut, pembasahan lahan rawan hingga pemantauan sekat kanal.

Exit mobile version