Jakarta, Pahami.id —
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengklaim kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Rusia tinggal 10 persen lagi.
Dalam pidatonya di malam tahun baru, Rabu (31/12), Zelensky mengatakan Ukraina ingin perang diakhiri tetapi tidak dengan pembalasan.
“Perjanjian perdamaian sudah 90 persen siap. Tinggal 10 persen lagi. Dan itu lebih dari sekedar angka,” kata Zelensky. “10 persen itu akan menentukan nasib perdamaian, nasib Ukraina dan Eropa.”
Rusia kini berusaha untuk sepenuhnya menguasai wilayah di timur Ukraina, Donbas, sebagai bagian dari kesepakatan tersebut. Presiden Vladimir Putin juga berulang kali menyatakan keinginannya untuk merebut sisa wilayah negara tetangganya.
Namun, seperti diberitakan AFPKyiv telah berulang kali menekankan bahwa penyerahan wilayah hanya akan memperkuat posisi Moskow.
Selain itu, Zelensky juga mengatakan bahwa perjanjian apa pun memerlukan jaminan keamanan untuk mencegah Rusia melakukan serangan lagi.
Pernyataan Zelensky muncul setelah beberapa pejabat AS, termasuk utusan utama Steve Witkoff, melakukan panggilan telepon dengan penasihat keamanan Ukraina dan Eropa. Mereka membahas langkah selanjutnya untuk mengakhiri perang.
Perang tersebut, yang kini memasuki tahun kelima, telah mengakibatkan gelombang kehancuran besar-besaran yang menyebabkan jutaan orang kehilangan tempat tinggal.
Hingga saat ini Ukraina dan Rusia belum menyetujui gencatan senjata permanen. Berbagai komunitas internasional telah memanggil dan bahkan mencoba melakukan mediasi antara kedua negara, namun upaya mereka belum membuahkan hasil.
Terakhir, Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump berusaha menengahi konflik Rusia-Ukraina. Namun, upaya negosiasi seringkali gagal.
(pertama/final)

