Jakarta, Pahami.id —
Menteri Koordinator Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra membenarkan Indonesia akan menjalankan peran sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB 2026 secara netral dan obyektif.
Indonesia resmi ditunjuk memimpin lembaga bergengsi tersebut untuk pertama kalinya sejak Dewan Hak Asasi Manusia PBB berdiri. Pemilihan umum Indonesia dilakukan secara aklamasi berdasarkan kesepakatan Asia Pacific Group (APG).
“Pemerintah Indonesia bersyukur atas terpilihnya Indonesia sebagai Ketua Dewan Hak Asasi Manusia PBB untuk pertama kalinya pada tahun 2026,” kata Yusril kepada wartawan, Sabtu (10/1) mengutip Kedua.
Yusril menegaskan, di bawah kepemimpinan Indonesia, masyarakat internasional mengharapkan adanya pendekatan yang netral dalam menangani berbagai isu penting.
“Di bawah kepemimpinan RI, kami berharap RI berhasil memimpin dewan ini secara netral dan obyektif dalam menjawab dan menangani permasalahan hak asasi manusia di dunia,” lanjutnya.
Menurut Yusril, kepercayaan internasional tersebut tidak datang secara tiba-tiba. Ia mengatakan, hal ini merupakan hasil dari rekam jejak Indonesia yang panjang dan konsisten dalam isu HAM, baik nasional maupun global, sejak awal era reformasi.
Yusril mengenang masa jabatannya sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia pada awal tahun 2000-an. Saat itu, Indonesia aktif berpartisipasi dalam Komisi Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa untuk memberikan klarifikasi atas berbagai tekanan internasional terkait pelanggaran HAM masa lalu.
“Saya sendiri dua kali menghadiri sidang komisi ini di Jenewa ketika dihadapkan pada tekanan untuk menangani persoalan pelanggaran HAM berat dalam Peristiwa Santa Cruz dan berbagai peristiwa lain yang terjadi pada awal Reformasi 1998,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan kelembagaan dalam negeri seperti pembentukan Komnas HAM, UU Pengadilan HAM, dan pembentukan Kementerian HAM menjadi bukti nyata komitmen Indonesia.
“Karena besarnya kepedulian kita terhadap pembangunan di bidang HAM dan kontribusi kita dalam menangani permasalahan HAM di dunia internasional, maka sudah selayaknya RI bersedia menjadi Ketua Dewan HAM PBB,” kata Yusril.
Penunjukan Indonesia sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia PBB 2026 resmi dilaksanakan pada pertemuan di Jenewa, 8 Januari 2026. Momen ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan peringatan 20 tahun berdirinya Dewan Hak Asasi Manusia PBB.
Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Luar Negeri, keberhasilan tersebut merupakan hasil diplomasi panjang yang dikoordinasikan Kementerian Luar Negeri RI, baik melalui perwakilan di luar negeri maupun pendekatan diplomasi dengan negara sahabat di Jakarta.
Jabatan Presiden Dewan Hak Asasi Manusia PBB selanjutnya akan dijabat oleh Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB di Jenewa, Duta Besar Sidharto Reza Suryodipuro. Sidharto merupakan diplomat senior yang pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN dan Duta Besar Indonesia untuk India dan Bhutan.
(sels/sel)

