Site icon Pahami

Berita Warga Ngabuburit Mancing di Sungai Cisadane, Cuek Cemaran Kimia

Berita Warga Ngabuburit Mancing di Sungai Cisadane, Cuek Cemaran Kimia


Jakarta, Pahami.id

Penghuni perbatasan Sungai Cisadane di kota tangerang kembali melakukan aktivitas penangkapan ikan setelah sebelumnya aliran sungai tercemar limbah racun kimia. Warga juga memanfaatkan kegiatan ini untuk menunggu waktu berbuka di bulan Ramadhan.

Pemantauan CNNIndonesia.com Di kawasan Kecamatan Babakan, Tangerang, Banten, sejumlah masyarakat terlihat memancing di tumpukan atau di tepian sungai, Selasa (24/2). Mereka menggunakan alat pancing sederhana dengan jaring di ujungnya untuk menangkap ikan.

Sebelumnya, aktivitas penangkapan ikan sempat terhenti karena diduga adanya kontaminasi residu pestisida yang diduga akibat kebakaran gudang penyimpanan di kawasan Kota Tangsel beberapa waktu lalu.


Kejadian ini mengakibatkan sejumlah ikan ditemukan mabuk hingga warga memilih untuk tidak menangkap ikan untuk sementara waktu.

Kini, warga meyakini kondisi air sungai sudah membaik. Mereka menilai pemulihan kualitas air secara bertahap pasca banjir dan perubahan debit air, termasuk pengiriman air dari Bendungan Batu Belah, Bogor, Jawa Barat.

Warga Kedaung Wetan, Mpe mengaku kembali melaut dan berhasil menangkap tiga ekor ikan nila berukuran agak besar. Ikan tersebut dirancang untuk digoreng untuk disantap bersama keluarga saat berbuka puasa.

“Saya dapat tiga ekor ikan nila. Sekarang sudah lebih baik, setelah beberapa kali banjir airnya naik dan limbahnya berkurang,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Mang Ncim, warga Babakan yang mengaku hampir setiap hari menangkap ikan meski hasilnya tidak selalu bagus. Namun, kata dia, ukuran ikan yang didapat saat ini cenderung lebih besar dibandingkan saat sungai tercemar.

“Sekarang ikannya besar, airnya juga stabil setelah dua kali banjir. Untuk masak bersama keluarga,” ujarnya.

Sementara warga lainnya, Anwar mengatakan, kondisi air sungai saat ini dinilai lebih kondusif. Katanya, ikan yang ditangkap tidak lagi diminum seperti dulu.

“Sekarang sudah enak, tidak seperti kemarin. Alhamdulillah bisa digoreng dan dimakan di rumah,” ujarnya.

Warga berharap peningkatan kualitas air Sungai Cisadane dapat mengembalikan ekosistem sungai seperti semula, sehingga ikan yang ditangkap aman untuk dikonsumsi.

Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang masih menunggu hasil uji laboratorium kualitas air Sungai Cisadane yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memastikan kondisi perairan tersebut benar-benar pulih.

(dod/dal)




Exit mobile version