Site icon Pahami

Berita Warga Beber Detik-detik Crane Timpa Kereta Thailand Tewaskan 22 Orang

Berita Warga Beber Detik-detik Crane Timpa Kereta Thailand Tewaskan 22 Orang


Jakarta, Pahami.id

Salah satu saksi mengungkap momen kecelakaan yang terjadi di proyek kereta berkecepatan tinggi tersebut Thailand yang menewaskan 22 orang, pada Rabu (14/1).

Warga sekitar Mitr Intpranya (54) menceritakan ledakan keras dan logam menghantam kereta saat derek jatuh.


Sekitar pukul 09.00 saya mendengar suara keras seperti ada sesuatu yang tergelincir dari atas yang disusul dua kali ledakan, kata Mitr, seperti dikutip AFP.

“Saat saya tiba di lokasi, saya melihat sebuah crane terjatuh menimpa kereta penumpang yang terdiri dari tiga gerbong. Besi crane tersebut tampaknya menghantam bagian tengah gerbong kedua hingga terbelah menjadi dua,” imbuhnya.

Selain itu, Dinas Humas Provinsi Nakhon Ratchasima juga memberitahukan kejadian ini.

“Crane tersebut jatuh menimpa kereta, menyebabkan kereta tergelincir dan terbakar,” kata Ratchasima dalam sebuah pernyataan.

Menurut layanan regional, kereta tersebut melakukan perjalanan dari Bangkok ke Provinsi Ubon Ratchathani.

Sementara itu, media lokal melaporkan rekaman yang menunjukkan tim penyelamat bergegas ke lokasi kejadian dengan kereta berwarna cerah berguling di sisinya.

Tim penyelamat mencoba mengevakuasi penumpang dari gerbong yang miring di provinsi Nakhon Ratchasima, timur laut Bangkok.

Menurut kepala polisi distrik, Thatchapon Chinnawong, 22 orang dipastikan tewas dan 80 lainnya luka-luka.

“Kami sekarang meminta rumah sakit untuk melaporkan jumlah orang yang berada dalam kondisi kritis,” kata Thatchapon.

Thatchapon juga mengatakan pihak berwenang telah menghentikan operasi penyelamatan karena adanya “kebocoran bahan kimia” di lokasi kejadian.

Di sisi lain, Menteri Perhubungan Phiphat Ratchakitprakarn mengatakan total ada 195 orang di dalam kereta tersebut.

Kecelakaan itu terjadi di lokasi konstruksi yang merupakan bagian dari proyek senilai US$5,4 miliar (sekitar Rp 81 triliun) yang didukung Beijing untuk membangun jaringan kereta api kecepatan tinggi di Thailand.

Proyek ini bertujuan untuk menghubungkan Bangkok dengan Kunming di Tiongkok melalui Laos pada tahun 2028, sebagai bagian dari inisiatif infrastruktur besar Tiongkok, “Belt and Road.”

Thailand saat ini memiliki sekitar 5.000 km jalur kereta api, namun jaringannya sudah tua dan tidak dirawat dengan baik, sehingga masyarakat lebih memilih melakukan perjalanan melalui jalur darat.

Setelah selesai, jalur kereta berkecepatan tinggi sepanjang 600 km ini akan menghubungkan Bangkok dengan Nong Khai di perbatasan Sungai Mekong dengan Laos, dengan kereta buatan Tiongkok mencapai kecepatan hingga 250 km/jam.

Kecelakaan di lokasi konstruksi dan kawasan industri telah lama menjadi masalah di Thailand, dimana lemahnya kontrol keselamatan seringkali menyebabkan insiden fatal.

Pada tahun 2023, sebuah kereta barang menewaskan delapan orang setelah menabrak sebuah truk pickup yang melintasi rel di Thailand timur.

Sementara itu pada tahun 2020, sebuah kereta barang menabrak bus yang membawa penumpang ke acara keagamaan, menewaskan sedikitnya 18 orang dan melukai lebih dari 40 lainnya.

(rnp/bac)


Exit mobile version