Site icon Pahami

Berita Venezuela Tangkap 5 Warga AS saat Rezim Maduro Terus Diusik Trump

Berita Venezuela Tangkap 5 Warga AS saat Rezim Maduro Terus Diusik Trump


Jakarta, Pahami.id

Pasukan keamanan Venezuela menangkap lima warga Amerika Serikat di tengah meningkatnya tekanan Presiden Donald Trump terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Pejabat tersebut masih mengumpulkan informasi tentang aktivitas Amerika di Venezuela dan kondisi penahanannya.


Luncurkan situsnya CNNseorang pejabat AS mengatakan kondisi setiap kasus berbeda-beda, dan beberapa di antaranya mungkin terlibat dalam perdagangan narkoba.

Para pejabat di pemerintahan Presiden AS Donald Trump yakin rezim Maduro menghambat warga AS untuk membangun posisi tawar terhadap AS, seiring dengan meningkatnya tekanan terhadap pemimpin Venezuela dalam beberapa bulan terakhir.

Penahanan warga AS tersebut dipandang sebagai cerminan langkah yang diambil Rusia, sekutu lama Venezuela, yang dalam beberapa tahun terakhir telah menahan sejumlah warga Amerika sebagai alat tawar-menawar dalam hubungan tegang Moskow dengan Washington.

Tekanan terhadap Venezuela termasuk serangan AS terhadap kapal narkoba, serangan pesawat tak berawak CIA terhadap fasilitas pelabuhan Venezuela, serta embargo minyak terbaru.

Pada bulan Desember, Departemen Luar Negeri AS juga mengumumkan dua paket sanksi terhadap anggota keluarga Maduro, termasuk tiga keponakan dan saudara iparnya.

Juga pada bulan Desember, AS melancarkan serangan darat pertamanya di Venezuela dengan menyerang fasilitas pelabuhan melalui serangan pesawat tak berawak CIA, kata beberapa laporan CNN.

Pejabat pemerintahan Trump menolak mengatakan bahwa mereka secara aktif mengupayakan perubahan rezim di Venezuela. Namun mereka menuduh Maduro sebagai pemimpin tidak sah dan terlibat dalam perdagangan narkoba.

Departemen Luar Negeri AS tidak menanggapi beberapa permintaan komentar, sementara Gedung Putih tidak menanggapi permintaan serupa.

Menanggapi serangan terhadap fasilitas pelabuhan Venezuela, Maduro mengatakan hal itu “mungkin menjadi topik yang dapat didiskusikan dalam beberapa hari mendatang” dan menekankan bahwa negaranya tetap aman.

“Yang bisa saya katakan adalah sistem pertahanan nasional, yang menggabungkan tentara rakyat dan polisi, telah dan terus menjamin integritas wilayah, perdamaian di negara ini dan penggunaan seluruh wilayah kita,” kata Maduro dalam wawancara dengan Ignacio Ramonet yang disiarkan di televisi pemerintah VTV.

“Rakyat kami aman dan hidup damai,” tambahnya.

Menurut aktivis hak asasi manusia, Venezuela menahan ratusan tahanan politik, termasuk mereka yang ditangkap setelah pemilu 2024 yang diklaim Maduro menang namun dianggap tidak demokratis.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan puluhan orang dibebaskan dari penjara Venezuela pada Kamis (1/12), namun Alfredo Romero dari organisasi hak asasi manusia Foro Penal menegaskan tidak ada orang Amerika di antara mereka.

(rnp/rds)


Exit mobile version