Site icon Pahami

Berita Usai Prabowo, Mahasiswa Kepolisian Kirim 70 Sapi ke Korban Banjir Aceh

Berita Usai Prabowo, Mahasiswa Kepolisian Kirim 70 Sapi ke Korban Banjir Aceh


Jakarta, Pahami.id

Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) angkatan 83/Widya Parama Satwika menyerahkan 70 ekor sapi untuk mendukung pelaksanaan tradisi tersebut Meugang bagi masyarakat yang terkena dampak bencana di Aceh.

Bantuan ini diserahkan setelah Presiden Prabowo Subianto juga menyerahkan sumbangan pribadi sebanyak 1.455 ekor sapi kepada warga terdampak.

Ketua STIK Irjen Eko Rudi Sudarto mengatakan, bantuan tersebut merupakan implementasi nilai-nilai kemanusiaan yang selalu diajarkan kepada mahasiswa.


“Sumbangan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap saudara-saudara kita di Aceh yang sedang menghadapi masa-masa sulit pasca bencana. Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, kami wajib hadir untuk meringankan beban mereka,” kata Eko Rudi dalam keterangannya, Rabu (18/2).

Bagi masyarakat Aceh, Meugang bukan sekedar tradisi menyembelih dan memasak daging menjelang Ramadhan. Namun, ini adalah acara sosial dan budaya yang menyatukan keluarga, memperkuat hubungan dan menekankan identitas kolektif sebagai komunitas yang menjunjung tinggi tradisi dan nilai-nilai bersama.

Dalam keadaan normal, Meugang dilaksanakan dengan penuh kegembiraan. Namun, pascabencana, banyak keluarga yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Eko Rudi mengatakan, pembentukan perwira Polri tidak hanya didasarkan pada kemampuan teknis dan akademis, tetapi juga didasarkan pada kepekaan sosial.

“Kita menjadi polisi yang tidak hanya profesional, tapi juga humanis,” ujarnya.

Penyerahan dilakukan secara simbolis di halaman meunasah desa dan disaksikan oleh perwakilan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga.

Puluhan ekor sapi tersebut akan didistribusikan ke beberapa desa di Provinsi Aceh yang terkena dampak bencana. Pendistribusiannya dilakukan secara bertahap dengan melibatkan perangkat desa dan mahasiswa STIK yang datang langsung untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Sementara itu, Keuchik Gampong Blang, Junaidi mengucapkan terima kasih atas penyerahan 70 ekor sapi tersebut.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang sedang berjuang untuk pulih dari bencana. Mereka tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga memberikan harapan dan semangat,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan sumbangan pribadi berupa 1.455 ekor sapi kepada masyarakat terdampak banjir dan longsor di Aceh.

Pemberian ribuan ekor sapi juga disebut-sebut sebagai implementasi tradisi Meugang masyarakat Aceh. Meugang merupakan tradisi memasak dan memakan daging sapi atau kerbau yang dilakukan masyarakat Aceh tiga kali dalam setahun sebelum momen besar keagamaan, termasuk Ramadhan.

Pengurus Pondok Pesantren Darul Mukhlisin Ustad Mulkana bersyukur dengan adanya bantuan tersebut karena para santri dan guru dapat kembali merasakan tradisi Meugang meski dalam keterbatasan pasca bencana banjir.

Ia menjelaskan, pihaknya menerima dua ekor sapi dan membagikannya kepada lebih dari 200 santri dan lebih dari 50 anggota dewan guru di pondok pesantren tersebut. Menurutnya, bantuan ini tak hanya melengkapi tradisi, tapi juga memberi semangat kepada penghuni kos dalam menjalankan ibadah sepanjang Ramadhan.

“Saat kami mengundang para pelajar ke pondok ini, kami sempat berpikir. Bagaimana penerapan Meugang? Apakah anak-anak akan melalui Meugang? Jadi alhamdulillah ini pengalaman pertama kami,” kata Mulkana saat ditemui di lokasi, Selasa (17/2).

(des/dal)


Exit mobile version