Site icon Pahami

Berita Ukraina soal Rudal Rusia Hantam Pabrik Oreo: Bisnis AS Jadi Sasaran

Berita Ukraina soal Rudal Rusia Hantam Pabrik Oreo: Bisnis AS Jadi Sasaran


Jakarta, Pahami.id

Sebuah pabrik kue Oreo di Ukraina timur dilaporkan terkena rudal Rusia pada Sabtu (21/2). Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyatakan, kerusakan fasilitas tersebut merupakan yang kedua kalinya sejak invasi dimulai pada tahun 2022.

Sybiha melalui unggahan di platform X membenarkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun salah satu gedung produksi di fasilitas yang terletak di Trostyanets mengalami kerusakan yang cukup parah.

Pabrik tersebut dimiliki oleh perusahaan makanan ringan asal Chicago, Amerika Serikat, Mondelez International. Selain Oreo, perusahaan juga memproduksi merek ternama lainnya seperti Ritz cracker, coklat Toblerone, dan permen karet Trident.


Hingga Sabtu sore, baik Mondelez International maupun Kremlin belum memberikan tanggapan resmi atas serangan tersebut.

Menlu Sybiha menegaskan, serangan terhadap pabrik ini mempunyai implikasi yang lebih luas di tingkat internasional.

“Ketika rudal Rusia menghantam situs seperti ini, mereka tidak hanya menyasar Ukraina. Mereka menyasar kepentingan bisnis Amerika di Eropa,” tulis Sybiha dalam keterangannya, seperti dilansir Asia Satu.

Selama perang, terdapat catatan peristiwa di pabrik Trostyanets. Pada tahun 2022, pabrik mengalami kerusakan besar pada awal invasi Rusia. Pada tahun 2023, pabrik tersebut mulai beroperasi kembali sebagian untuk memproduksi coklat.

Kemudian, pada tahun 2024, pabrik tersebut akan kembali memproduksi kue Oreo secara penuh. Pabrik tersebut kembali lumpuh pada Februari 2026 akibat serangan rudal terbaru Rusia.

Di sisi lain, Mondelez International sendiri mendapat kritik tajam dari berbagai pihak karena tetap mempertahankan operasi bisnisnya di Rusia di tengah kritik internasional atas invasi tersebut.

Kerusakan berulang pada pabrik di Trostyanets menyoroti besarnya risiko yang dihadapi perusahaan multinasional yang masih beroperasi di zona konflik Ukraina.

(Wow)


Exit mobile version