Site icon Pahami

Berita UEA Disebut ‘Diam-diam’ Ikut AS-Israel Perangi Iran, Kok Bisa?

Berita UEA Disebut ‘Diam-diam’ Ikut AS-Israel Perangi Iran, Kok Bisa?


Jakarta, Pahami.id

Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan diam-diam melancarkan serangan militer terhadap Iran saat perang antara Amerika Serikat vs Iran yang pecah pada 28 Februari.

Jika benar, tindakan UEA ini menandai eskalasi besar yang secara efektif akan menjadikan negara Teluk tersebut sebagai “pihak aktif” dalam perang AS-Iran.


Mengutip sumber yang mengetahui masalah ini, lapor Jurnal Wall Street (WSJ) mengatakan militer UEA melakukan serangan terhadap beberapa sasaran di Iran, termasuk serangan terhadap kilang di Pulau Lavan, Iran, di Teluk Persia pada awal April.

Serangan tersebut dilaporkan bertepatan dengan pengumuman Presiden AS Donald Trump secara terbuka tentang gencatan senjata setelah lima minggu perang.

“Serangan tersebut, yang tidak pernah diakui secara terbuka oleh UEA, termasuk serangan terhadap kilang minyak di Pulau Lavan Iran, di Teluk Persia,” kata laporan itu. WSJ seperti yang dikutip Kronik Palestina.

Menurut surat kabar tersebut, serangan terhadap kilang minyak Iran “memicu kebakaran besar dan melumpuhkan sebagian besar kapasitas operasionalnya selama berbulan-bulan.”

Iran kemudian mengonfirmasi bahwa fasilitas tersebut telah diserang dalam apa yang disebutnya sebagai “serangan bermusuhan” dan menanggapinya dengan meluncurkan “rentetan serangan rudal dan drone terhadap UEA dan Kuwait”.

Laporan WSJ juga menyebutkan bahwa Washington diam-diam mendukung keterlibatan Abu Dhabi dalam perang tersebut.

“AS tidak kecewa dengan serangan itu karena gencatan senjata belum sepenuhnya berlaku, dan diam-diam menyambut partisipasi UEA dan negara-negara Teluk lainnya yang ingin bergabung dalam perjuangan tersebut,” kata salah satu sumber kepada surat kabar tersebut.

Kementerian Luar Negeri UEA menolak berkomentar langsung mengenai tuduhan tersebut, namun merujuk pada pernyataan sebelumnya yang menegaskan “hak negara untuk merespons, termasuk secara militer, terhadap tindakan permusuhan”.

Sejak diserang AS dan Israel pada 28 Februari, Iran melancarkan serangkaian serangan balik yang menyasar pangkalan militer AS di beberapa negara Arab, termasuk UEA.

Namun seiring berjalannya waktu, serangan terhadap negara-negara Arab, khususnya UEA semakin meningkat. Beberapa serangan udara juga menargetkan fasilitas umum dan bahkan kilang minyak UEA.

Iran-UEA ‘diam-diam’ perang hingga bersekutu dengan Israel

Laporan WSJ juga menjelaskan bahwa intervensi UEA semakin mendalam dalam perang AS vs Iran karena adanya perubahan strategi dalam menanggapi serangan udara yang semakin intens terhadap negaranya.

Iran dilaporkan meluncurkan “lebih dari 2.800 rudal dan drone” di UEA selama pecahnya perang dengan AS. mengikuti WSJjumlah ini “jauh lebih tinggi dibandingkan negara lain, termasuk Israel”.

Serangan tersebut sangat mengganggu perekonomian UEA, termasuk pasar penerbangan, pariwisata dan properti, serta memicu “gelombang cuti dan PHK paksa”.

WSJ mengatakan serangan itu mendorong Abu Dhabi mengambil sikap yang lebih konfrontatif terhadap Teheran.

“Serangan tersebut telah menyebabkan perubahan mendasar dalam pandangan strategis negara tersebut, yang kini melihat Iran sebagai aktor nakal yang mencoba melemahkan model ekonomi dan sosial negara tersebut,” kata para pejabat UEA kepada surat kabar tersebut.

Spekulasi mengenai keterlibatan UEA dalam perang AS-Israel atas Iran sebenarnya sudah marak sejak Maret lalu, ketika jet tempur tak dikenal dilaporkan beroperasi di wilayah Iran.

Para peneliti mengutip dalam WSJ mengacu pada gambar yang diduga menunjukkan jet tempur Mirage buatan Prancis dan drone Wing Loong buatan China yang beroperasi di Iran. Kedua alutsista ini digunakan di angkatan bersenjata UEA.

Laporan WSJ juga mengatakan UEA mendukung rancangan resolusi PBB yang mengizinkan penggunaan kekuatan untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Sejauh ini, UEA juga berusaha mengisolasi kepentingan keuangan Iran dengan membatasi visa dan menutup lembaga-lembaga terkait Iran di Dubai.

Sementara itu, Teheran juga berulang kali menuduh UEA bekerja sama dengan Israel dan Amerika Serikat dalam upaya perang.

Laporan ini juga muncul seiring UEA disebut menerima kunjungan rahasia PM Benjamin Netanyahu saat perang AS-Iran. Kunjungan rahasia ini hanya diungkapkan langsung oleh kantor Netanyahu, namun dibantah keras oleh Kementerian Luar Negeri UEA dalam sebuah pernyataan.

Dalam keterangannya, Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab juga membantah pernah adanya kunjungan pejabat tinggi militer dan intelijen Israel ke Abu Dhabi, termasuk terkait perjanjian tertentu antara kedua negara.

“UEA meminta media untuk menjunjung tinggi akurasi dan profesionalisme, serta tidak menyebarkan informasi yang tidak terverifikasi atau mendorong narasi politik yang menyesatkan,” kata Kementerian Luar Negeri UEA.

(rds)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google





Exit mobile version