Site icon Pahami

Berita Trump Tolak Undangan Macron, Ogah Hadir KTT Darurat G7

Berita Trump Tolak Undangan Macron, Ogah Hadir KTT Darurat G7


Jakarta, Pahami.id

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak menghadiri pertemuan darurat nasional G7 untuk membahas invasi Rusia ke Ukraina yang diusulkan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Penolakan ini diungkapkan Trump ketika ditanya oleh wartawan pada pengarahan di Gedung Putih tentang “pesan pribadi” Macron tentang pertemuan tersebut.


“Tidak, saya tidak akan melakukannya,” kata Trump kepada wartawan saat ditanya apakah dirinya bersedia menghadiri pertemuan pada Selasa (20/1).

Sebelumnya, Trump sempat membocorkan pesan pribadi yang dikirimkan Macron di media sosial. Isi pesan Macron beragam, mulai dari Greenland, Suriah, Iran, hingga undangan pertemuan darurat G7 terkait invasi Rusia ke Ukraina.

Dalam tangkapan layar pesan yang diunggah Trump di Truth Social, Macron mengatakan dalam pesan tersebut bahwa dia tidak mengerti apa yang dilakukan Trump terhadap Greenland.

“Sobat, kami sepenuhnya setuju tentang Suriah. Kami bisa melakukan hal-hal besar terhadap Iran. Saya tidak mengerti apa yang Anda lakukan di Greenland,” tulis Macron dalam isi pesan yang dibocorkan Trump.

Dalam pesan yang sama, Macron mengatakan dirinya bisa mengatur pertemuan negara-negara G7 di Paris, usai World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.

“Saya bisa mengundang Ukraina, Denmark, Suriah, dan Rusia di luar pertemuan. Mari kita makan malam bersama di Paris pada Kamis (22/), sebelum Anda kembali ke AS, Emmanuel,” imbuh Macron dalam pesannya.

AS dan Eropa memang terasing menyusul ambisi Trump mengambil alih Greenland dari Denmark. Negara-negara Eropa termasuk Perancis bersatu menolak ambisi Trump.

Meski demikian, Trump tidak tinggal diam. Ia bahkan mengancam akan mengenakan tarif perdagangan tambahan kepada negara mana pun yang menolak keinginannya.

Bagaikan bebek yang cuek, Trump bahkan menyatakan bersedia bertemu dengan berbagai pihak untuk membahas pengambilalihan Greenland di luar konferensi tingkat tinggi World Economic Forum (WEF) di Swiss pekan ini.

(rds)


Exit mobile version