Site icon Pahami

Berita Trump Terang-terangan Dukung PM Takaichi Jelang Pemilu Jepang

Berita Trump Terang-terangan Dukung PM Takaichi Jelang Pemilu Jepang


Jakarta, Pahami.id

Presiden Amerika Serikat (AMERIKA SERIKAT) Donald Trump secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi menjelang pemilihan umum negara itu.

Dalam postingan di Truth Social, Trump menyebut Takaichi adalah pemimpin yang patut mendapat pengakuan. Kinerja dirinya dan koalisinya, kata Trump, sepenuhnya menunjukkan pengabdiannya kepada rakyat Jepang.

“Takaichi telah membuktikan dirinya sebagai pemimpin yang kuat, berkuasa, dan cerdas. Ia juga merupakan sosok yang sangat mencintai negaranya,” tulis Trump, seperti dikutip Reuters.


Oleh karena itu, Trump memutuskan untuk mendukung Takaichi dan koalisinya dalam pemilihan majelis rendah pada 8 Februari.

“Sebagai Presiden Amerika Serikat, merupakan kehormatan bagi saya untuk memberikan dukungan penuh kepadanya, serta dukungan penuh dari koalisinya yang terhormat,” tulis Trump.

Jepang akan mengadakan pemilihan parlemen minggu ini. Pemilihan awal ini diadakan setelah Takaichi membubarkan majelis pada tanggal 23 Januari.

Takaichi mengatakan kepemimpinan dan pemerintahan koalisinya harus menerima mandat langsung dari rakyat setelah dimulai pada Oktober 2025.

Koalisi Takaichi, yang terdiri dari Partai Demokrat Liberal dan Partai Inovasi Jepang, hanya menguasai sedikit kursi di majelis rendah. Partai-partai ini masih menjadi minoritas di majelis tinggi.

Tindakan Takaichi yang menggelar pemilu dini dikritik masyarakat karena dianggap terlalu cepat. Masyarakat tidak punya waktu untuk mempertimbangkan kebijakan peserta pemilu.

Partai oposisi juga tidak setuju karena pemilu digelar sebelum parlemen menyetujui anggaran fiskal 2026. Pihak oposisi percaya bahwa Takaichi lebih mengutamakan kepentingan politik daripada agenda pemerintah.

Kritik ini menyebabkan investor memantau perkembangan pemilu Jepang dengan penuh kekhawatiran. Janji kampanyenya untuk mengatasi kenaikan harga dengan menangguhkan pajak penjualan makanan telah mengguncang kepercayaan investor.

Dalam beberapa minggu terakhir, investor mulai meninggalkan obligasi pemerintah Jepang hingga yen memasuki mode krisis. Hal ini berasal dari kekhawatiran pasar mengenai bagaimana Tokyo akan menanggung kerugian pendapatan tahunan sebesar sekitar 5 triliun yen.

Di bawah pemerintahan Takaichi, Jepang berencana mengeluarkan anggaran yang relatif besar untuk sektor pertahanan, di tengah ketegangan dengan Tiongkok. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kebangkitan militer Jepang.

Namun, ketika partai-partai lain menggembar-gemborkan pemotongan pajak yang lebih besar dan belanja yang lebih luas, koalisi Takaichi tampaknya merupakan pilihan yang tidak terlalu buruk.

Berdasarkan jajak pendapat terkini, elektabilitas partai koalisi Takaichi unggul dan diprediksi menang besar.

LDP dan Partai Inovasi Jepang perlu memenangkan setidaknya 300 dari 465 kursi di majelis rendah untuk memenangkan pemilu.

Sementara itu, para pengamat melihat dukungan Trump terhadap Takaichi sebagai upaya Presiden untuk melakukan intervensi terhadap pemimpin sayap kanan tersebut.

Trump baru-baru ini secara terbuka mendukung para pemimpin sayap kanan, seperti Presiden Argentina Javier Milei dan PM Hongaria Viktor Orban.

Sejak terpilih pada Oktober lalu, Takaichi sendiri juga menunjukkan agenda untuk lebih dekat dengan Trump. Dia memberi Trump sebuah tongkat golf milik mendiang PM Jepang Shinzo Abe ketika dia menjamunya di Tokyo.

Dia juga berjanji untuk menginvestasikan miliaran dolar di AS, yang dipuji Trump karena telah meruntuhkan hambatan terhadap kepemimpinan perempuan.

Takaichi telah menyatakan bahwa jika dia tidak memenangkan suara mayoritas, dia akan mundur secara sukarela.

(blq/agustus)


Exit mobile version