Site icon Pahami

Berita Trump Masih ‘Ngebet’ Kuasai Greenland

Berita Trump Masih ‘Ngebet’ Kuasai Greenland


Jakarta, Pahami.id

Perdana Menteri Tanah penggembalaan Jens-Frederik Nielsen mengingatkan Amerika Serikat masih berusaha menguasai Greenland, Senin (2/2).

Nielsen mengatakan AS terus mencari “berbagai cara untuk memiliki dan mengendalikan Greenland”, meskipun Presiden AS Donald Trump tidak mengancam penggunaan kekuatan militer.


“Pandangan (Trump) terhadap Greenland dan rakyatnya tetap sama: Greenland ingin terhubung dengan Amerika Serikat dan dikelola dari sana,” kata Nielsen dalam pidatonya di parlemen Greenland di Nuuk, yang disampaikan melalui seorang penerjemah, seperti dikutip CNA.

Pekan lalu, pemerintah Greenland mengatakan telah memulai survei mengenai kondisi kesehatan mental warganya di tengah tekanan yang luar biasa.

“Beberapa warga mengalami gangguan tidur yang parah, anak-anak mengalami kecemasan dan kekhawatiran, dan kita semua hidup dalam ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi di masa depan,” kata Nielsen.

“Kami ingin memperjelas: ini sama sekali tidak bisa diterima,” tambahnya.

Nielsen juga menyampaikan apresiasinya kepada Denmark sebagai mitra dekat di masa krisis.

Sebelumnya, ia menyatakan jika masyarakat Greenland harus memilih antara AS atau Denmark, maka mereka akan memilih Denmark. Namun dalam pidato tersebut tidak ada pembahasan mengenai kemerdekaan Greenland.

Menurut Kementerian Luar Negeri Denmark pekan lalu, perundingan diplomatik antara AS, Denmark, dan Greenland diawali dengan pertemuan para pejabat tinggi.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas cara-cara menanggapi kekhawatiran AS mengenai keamanan di Arktik tanpa melewati garis merah yang ditetapkan Pemerintah.

[Gambas:Video CNN]

Sejak awal tahun, Trump kembali menolak gagasan AS menguasai Greenland dan menyoroti masalah keamanan nasional terkait Rusia dan China.

Sejumlah negara anggota NATO Eropa menyatakan dukungannya terhadap kedaulatan Denmark atas Greenland dan mengatakan tekanan Trump berisiko memecah persatuan NATO.

Trump juga meremehkan ancaman kekerasan dan mengklaim telah memperoleh akses penuh AS ke Greenland melalui perjanjian NATO, meskipun rincian perjanjian tersebut belum dipublikasikan.

Ambisi Trump untuk menguasai Greenland juga mendapat tentangan dari komunitas Inuit, yang memiliki budaya sendiri.

Bagi masyarakat adat Inuit di Greenland, perdebatan mengenai kepemilikan bertentangan dengan nilai-nilai budaya mereka.

Undang-undang Greenland memperbolehkan kepemilikan rumah, namun tidak mengizinkan kepemilikan tanah di bawahnya, yang mencerminkan prinsip-prinsip pengelolaan lahan kolektif Inuit.

(rnp/bac)


Exit mobile version