Site icon Pahami

Berita Trump Makin Frustrasi Hadapi Iran, Pertimbangkan Gempur Teheran Lagi

Berita Trump Makin Frustrasi Hadapi Iran, Pertimbangkan Gempur Teheran Lagi


Jakarta, Pahami.id

Presiden Donald Trump melaporkan wajah yang semakin kecewa Iran yang tampaknya tidak segera menyerah setelah dipukul habis-habisan oleh Amerika Serikat sejak 28 Februari dan menolak menerima negosiasi untuk mengakhiri perang.

Sejumlah pejabat AS yang dekat dengan Trump mengatakan bahwa presiden tersebut kini lebih serius mempertimbangkan untuk meluncurkan operasi tempur besar lainnya daripada mencari cara untuk membuat Iran menyetujui usulan perundingan perdamaian, menurut CNN.


Menurut laporan tersebut, terdapat perbedaan pendapat di dalam kabinet Trump mengenai langkah selanjutnya dalam menangani Iran.

Beberapa pejabat mendorong pendekatan yang lebih agresif, termasuk serangan yang ditargetkan untuk semakin melemahkan posisi Teheran. Sementara itu, pejabat AS lainnya masih ingin memberikan peluang lebih besar untuk memaksimalkan negosiasi dan dialog.

Banyak orang di lingkaran dalam Trump juga ingin memaksimalkan upaya diplomatik, khususnya meminta mediator Pakistan untuk lebih tegas dalam berkomunikasi dengan Iran.

Beberapa pejabat bahkan mempertanyakan apakah Islamabad benar-benar menyampaikan ketidaksenangan Trump atas kemajuan agresif dalam perundingan tersebut dengan Teheran.

Dua sumber mengatakan CNN bahwa beberapa pejabat pemerintahan percaya bahwa Pakistan telah menyajikan versi yang lebih positif mengenai posisi Iran kepada AS dibandingkan kenyataan sebenarnya.

Trump sendiri dalam beberapa pekan terakhir cenderung memilih pendekatan diplomatik, dengan harapan kombinasi negosiasi langsung dan tekanan ekonomi dapat membuat Iran menyetujui kesepakatan. Namun, Teheran hampir tidak mengubah posisinya sejak Trump mengumumkan gencatan senjata pada April lalu.

“Yah, saya melihatnya, dan jika saya tidak menyukai kalimat pertama, saya buang saja,” kata Trump kepada wartawan di Air Force One pada hari Jumat ketika ditanya tentang proposal terbaru Iran.

Namun, ketika Iran tampaknya tidak menunjukkan keinginan untuk meninggalkan sikap garis kerasnya, Trump mulai kehilangan kesabaran.

Menurut sumber CNNTrump sangat terganggu dengan situasi di Selat Hormuz yang masih diblokir dan sepenuhnya dikuasai Iran.

Tanggapan terbaru Iran terhadap usulan AS, serta retorika Teheran baru-baru ini, juga menyebabkan banyak pejabat mempertanyakan keseriusan Iran dalam mencapai kesepakatan.

“Presiden Trump mempunyai semua pilihan yang ada. Namun prioritasnya selalu pada diplomasi,” kata juru bicara Gedung Putih Anna Kelly CNN dalam sebuah pernyataan.

“Amerika Serikat memberikan tekanan maksimal terhadap rezim tersebut, dan Presiden hanya akan menerima perjanjian yang melindungi keamanan nasional kami.”

Di kalangan Trump juga terdapat kebutuhan yang semakin mendesak untuk mengakhiri konflik segera menjelang pemilu paruh waktu. Perang tersebut dikatakan berdampak besar pada tingkat kepuasan masyarakat terhadap Trump karena para pemilih merasakan tekanan ekonomi, sementara Partai Republik khawatir dengan dampak yang akan terjadi pada bulan November.

Kunjungan ke Tiongkok tidak membuahkan hasil bagi Iran

Kekecewaan Trump juga semakin terasa ketika kunjungannya ke China, sekutu dekat Iran, dan pertemuan dengan Presiden Xi Jinping tidak membuahkan hasil yang signifikan terkait penanganan situasi di Timur Tengah, khususnya terkait blokade Teheran di Selat Hormuz.

Berbicara kepada wartawan dalam perjalanan kembali ke Washington, Trump mengklaim Xi Jinping ingin Selat Hormuz dibuka kembali dan setuju bahwa Iran tidak boleh mengembangkan senjata nuklir.

Namun, pernyataan tersebut sebenarnya sudah pernah dilontarkan China sebelumnya.

“Dia ingin perang ini berakhir. Dia ingin membantu. Jika dia ingin membantu, itu bagus. Tapi kami tidak membutuhkan bantuan,” kata Trump kepada Bret Baier di Berita Rubah dalam wawancara yang disiarkan pada Jumat (15/5).

Beberapa pejabat pemerintahan mengatakan mereka ingin melihat hasil pembicaraan antara Trump dan Xi sebelum memutuskan langkah selanjutnya terhadap Iran.

Kini Trump harus memutuskan apakah melancarkan lebih banyak serangan terhadap Iran merupakan pilihan terbaik untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung jauh melampaui enam minggu yang ia perkirakan sebelumnya.

Perang yang dilakukan Trump bahkan telah meningkat hingga memicu kenaikan harga dan krisis energi di berbagai negara di dunia serta menurunkan tingkat persetujuan masyarakat terhadap penanganan perekonomian yang dilakukan pemerintahannya.

(rds)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google





Exit mobile version