Site icon Pahami

Berita Trump Klaim Xi Jinping Jamin Tak Bantu Iran Perangi AS: Sangat Tegas

Berita Trump Klaim Xi Jinping Jamin Tak Bantu Iran Perangi AS: Sangat Tegas


Jakarta, Pahami.id

Presiden Donald Trump klaim Presiden Tiongkok Xi Jinping ditawarkan untuk membantu meredakan ketegangan di Selat Hormuz, yang masih diblokir oleh Iran sejak terlibat perang dengan Amerika Serikat pada 28 Februari.

Hal itu terjadi saat Trump berkunjung ke Beijing, China, Jumat (15/5), di tengah serangkaian diskusi mengenai kerja sama perdagangan dan isu geopolitik antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia.


Trump bahkan mengakui Presiden Xi Jinping menawarkan bantuan kepada Tiongkok untuk membuka kembali Selat Hormuz.

“Dia ingin melihat Selat Hormuz dibuka kembali dan berkata, ‘Jika saya bisa membantu dengan cara apa pun, saya ingin membantu,'” kata Trump dalam wawancaranya dengan Berita Rubah di luar kunjungan ke Beijing, seperti dikutip AFP.

Trump bahkan mengklaim Xi Jinping telah memberikan jaminan bahwa China tidak akan mengirimkan peralatan militer untuk membantu Iran berperang melawan AS dan Israel.

“Dia bilang dia tidak akan menyediakan peralatan militer… dia mengatakannya dengan sangat tegas,” kata Trump.

Dalam kunjungannya ke China, Trump juga mengaku telah mencapai beberapa kesepakatan dagang besar dengan Xi Jinping.

“Kami telah membuat beberapa kesepakatan dagang yang hebat, yang bermanfaat bagi kedua negara,” kata Trump saat berada di kompleks Zhongnanhai di Beijing.

Trump mengatakan kedua negara juga berhasil menyelesaikan beberapa perbedaan yang sulit disepakati.

“Kami telah memecahkan banyak masalah kesenjangan yang tidak dapat diselesaikan oleh negara lain,” katanya.

Namun, Trump tidak merinci kesepakatan dagang yang dimaksud. Namun dalam sebuah wawancara dengan Fox News, dia mengatakan salah satu kesepakatan besarnya adalah pembelian 200 pesawat Boeing oleh Tiongkok.

Selain itu, Trump mengatakan Tiongkok juga telah menyatakan minatnya untuk membeli minyak dan kedelai dari AS. Di tengah ketegangan dagang yang masih berlangsung, China diketahui mengurangi impor kedelai dari AS dan beralih ke Brasil.

Selain soal perdagangan, Trump juga mencoba mengajak China untuk membantu menyelesaikan ketegangan di Selat Hormuz yang merupakan salah satu titik panas konflik AS dan Iran.

Untuk memperkuat hubungan dengan Beijing, Trump bahkan menyebut Xi sebagai “pemimpin hebat” dan menggambarkan Tiongkok sebagai “teman”.

Kunjungan Trump ke Tiongkok terjadi di tengah hubungan antara Washington dan Beijing yang masih dibayangi persaingan perdagangan, teknologi, dan geopolitik.

Selain bidang perdagangan, kedua negara juga disebut-sebut akan membahas kerja sama di bidang pertanian, penerbangan, dan kecerdasan buatan (AI).

Sementara itu, Xi menyebut kunjungan Trump merupakan momen penting dalam hubungan bilateral kedua negara.

Xi mengatakan Tiongkok dan AS sejauh ini telah membangun “hubungan bilateral baru” yang disebutnya sebagai hubungan yang lebih stabil dan lebih baik antara kedua negara.

Dalam pertemuan tersebut, Xi juga berjanji akan mengirimkan bibit tanaman untuk ditanam di White House Rose Garden di Washington.

(del/rds)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google





Exit mobile version