Site icon Pahami

Berita Trump Kirim Kapal Induk Terbesar di Dunia ke Iran

Berita Trump Kirim Kapal Induk Terbesar di Dunia ke Iran


Jakarta, Pahami.id

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengirim USS Gerald R Ford ke Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Dalam pernyataannya pada Jumat (13/2), Trump mengonfirmasi kapal induk terbesar di dunia itu akan meninggalkan Karibia dan menuju Timur Tengah dalam waktu dekat.


“Jika kami membutuhkannya, kami akan menyediakannya, kekuatan yang sangat besar,” kata Trump di Gedung Putih, Jumat (13/2), seperti dikutip Al Jazeera.

Pada Selasa (10/2), Trump mengatakan kepada Axios bahwa ia sedang mempertimbangkan untuk mengirim kapal perang kedua ke Iran, sebagai upaya untuk menekan Teheran agar segera menyetujui perundingan nuklir.

AS dan Iran akhirnya melanjutkan pembicaraan mengenai program nuklir Iran pekan lalu di Oman. Namun negosiasi masih alot dan akan memasuki putaran kedua dalam waktu dekat.

Media AS pada Kamis (12/2) memberitakan bahwa USS Gerald R Ford menjadi kapal yang diincar Trump untuk dibawa ke Timur Tengah. Kapal induk tersebut saat ini berada di perairan Venezuela.

Laporan tentang USS Gerald R Ford muncul sehari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi Trump di Washington. Netanyahu datang untuk meminta Trump agar lebih keras terhadap Iran, termasuk menuntut agar Teheran mengakhiri program rudal balistiknya dan dukungannya terhadap proksinya.

Namun Trump menolak karena masih ingin melanjutkan perundingan diplomatik. Namun, ia mengerahkan kapal induk baru untuk menekan Iran agar segera membuat kesepakatan.

USS Gerald R Ford membutuhkan waktu sekitar tiga minggu untuk tiba di Timur Tengah. Kapal tersebut akan bergabung dengan kelompok penyerang USS Abraham Lincoln yang telah mengepung Iran sejak Januari lalu.

Iran menyatakan siap mengurangi pengayaan nuklir jika AS mencabut semua sanksi terhadap mereka. Namun, Iran menolak klaim rudal balistik dan dukungan terhadap proksinya.

Trump mengancam akan melakukan tindakan yang jauh lebih buruk dari sebelumnya jika Iran tetap keras kepala. Dia merujuk pada serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025.

Trump berharap Iran dapat mengambil keputusan yang bijaksana. Ia sendiri optimistis pembicaraan dengan Iran akan membuahkan hasil.

(blq/asr)


Exit mobile version