Jakarta, Pahami.id —
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan tiba pada Rabu (13/5) sore di Beijing, untuk bertemu Presiden China Xi Jinping.
Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih Anna Kelly mengatakan pertemuan bilateral antara Xi dan Trump akan berlangsung pada Kamis (14/5). Trump dijadwalkan berada di Beijing hingga Jumat (15/5).
Dilaporkan Al JazeeraKelly mengatakan kunjungan Trump ke Beijing minggu ini akan memiliki “makna simbolis yang luar biasa.” Kunjungan Trump juga disebut-sebut fokus pada penyeimbangan kembali hubungan dengan Tiongkok, dan mengutamakan hubungan timbal balik untuk menghidupkan kembali perekonomian AS.
Seorang pejabat senior pemerintahan AS mengatakan Trump akan “memberi tekanan” pada Tiongkok terhadap Iran di beberapa sektor, seperti penjualan minyak dan pembelian barang-barang militer atau sipil Iran yang berpotensi memiliki “fungsi ganda”.
Pejabat itu juga mengatakan Trump kemungkinan akan membahas dukungan Tiongkok terhadap Rusia, termasuk masalah perdagangan dan mineral langka yang merupakan sumber daya penting bagi sektor teknologi AS.
Pekan lalu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menuduh Tiongkok “mendanai” Iran untuk menjadi negara sponsor terorisme.
“Iran adalah sponsor terbesar terorisme negara, dan Tiongkok telah membeli 90 persen energi mereka. Jadi mereka mendanai negara sponsor terbesar terorisme,” kata Bessent.
Sebelumnya, saat menjamu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Beijing pekan lalu, Tiongkok menekankan bahwa mereka ingin perang berakhir. Pada saat yang sama, Tiongkok menolak mengakui sanksi “sepihak” AS terhadap sektor minyak Iran.
“Tiongkok menganggap penghentian permusuhan sepenuhnya harus dicapai tanpa penundaan, bahwa melanjutkan permusuhan tidak dapat diterima, dan melanjutkan perundingan tetap penting,” kata Kementerian Luar Negeri Tiongkok dalam sebuah pernyataan.
Dalam pertemuan tersebut, Araghchi mengatakan Tiongkok adalah teman Iran dan kini memiliki hubungan bilateral yang lebih kuat.
(Dna)
Menambahkan
sebagai pilihan
sumber di Google

