Site icon Pahami

Berita Trump Bertanggung Jawab Atas Kematian Warga Iran

Berita Trump Bertanggung Jawab Atas Kematian Warga Iran


Jakarta, Pahami.id

pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tuduh Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertanggung jawab atas kematian warga yang terjadi selama gelombang protes di negara tersebut.

Kelompok hak asasi manusia (HAM) di Amerika Serikat, HRANA, menjadi salah satu lembaga paling aktif dalam melaporkan jumlah korban tewas dalam demonstrasi di Iran.


HRANA pada Jumat (16/1) melaporkan jumlah korban tewas di Iran mencapai 3.090 kematian, dengan 2.885 di antaranya adalah pengunjuk rasa.

“Kami menganggap presiden Amerika Serikat bertanggung jawab atas hilangnya nyawa, kerusakan dan tuduhan yang dilontarkannya terhadap negara Iran,” kata Khamenei kepada massa pendukungnya dalam pidatonya, Sabtu (17/1), dilansir. AFP.

“Ini adalah konspirasi Amerika,” tambahnya.

Dia menambahkan bahwa tujuan Amerika adalah menelan Iran dan mengembalikan Iran ke bawah dominasi militer, politik dan ekonomi.

Sejak akhir Desember, Iran dilanda gelombang demonstrasi. Menurut laporan media pemerintah, fasilitas umum dan toko-toko dibakar selama demonstrasi.

Menurut pemberitaan media dan lembaga pemantau hak asasi manusia, jumlah korban tewas dalam demonstrasi tersebut mencapai lebih dari 3.000 orang.

Selain itu, intelijen Israel memperkirakan sekitar 5.000 orang terbunuh, sementara media internasional Iran yang berbasis di Inggris menyebutkan jumlah korban tewas lebih dari 12.000 orang.

Namun hingga saat ini, Pahami.id belum menerima data perbandingan jumlah korban tewas dari media resmi Iran seperti IRNA, Mehr News dan Fars.

Sebab, akses internet di Iran masih terputus total sehingga laman media belum bisa diakses.

Para pengunjuk rasa memprotes melonjaknya inflasi dan bahkan menyerukan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei untuk mengundurkan diri.

Namun, pemerintah dilaporkan menggunakan kekuatan berlebihan dalam menangani pengunjuk rasa dan bahkan memutus akses internet secara nasional.

Khamenei juga menuduh demonstrasi tersebut merupakan campur tangan Amerika Serikat. Di sisi lain, Presiden Donald Trump terus memprovokasi masyarakat Iran untuk berdemonstrasi dan merebut kebebasan.

(dmi/bac)


Exit mobile version