Jakarta, Pahami.id —
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersumpah akan melakukan serangan besar-besaran Iran akan terus berlanjut sampai pemerintahan negara itu berganti, menyusul laporan kematian pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Trump kemudian meminta Korps Angkatan Bersenjata Iran (IRGC) dan polisi Iran untuk bergabung dengan AS dalam mengubah pemerintahan di sana.
Prosesnya harus segera dimulai, kata Trump, dikutip Al Jazeera, Sabtu (28/2).
Ia kemudian mengatakan, setelah Khamenei terbunuh, Iran hancur dan hancur hanya dalam satu hari.
Trump dan sekutu dekatnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yakin Khamanei terbunuh dalam serangan gabungan kedua negara. Namun hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Iran terkait meninggalnya pemimpin tertinggi mereka.
Meski telah menghancurkan Iran, Presiden AS menegaskan akan terus menyerang negara Timur Tengah tersebut hingga sistem pemerintahan berubah.
“Meski demikian, pemboman besar-besaran yang ditargetkan akan terus berlanjut, tanpa henti sepanjang minggu atau, selama diperlukan untuk mencapai tujuan PERDAMAIAN DI SELURUH TIMUR TENGAH DAN, BENAR-BENAR, DUNIA!” kata Trump.
AS dan Israel menyerang Iran di 21 wilayah pada hari Sabtu. Akibat penyerangan tersebut, 81 orang di SD Minab, Provinsi Hormozga tewas.
Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami dan Komandan Korps Angkatan Bersenjata Iran (IRGC) Mohammed Pakpour juga tewas dalam serangan kedua negara tersebut.
(isa/bac)

