Site icon Pahami

Berita Trump Belum Puas dengan Tawaran Iran soal Kesepakatan Damai

Berita Trump Belum Puas dengan Tawaran Iran soal Kesepakatan Damai


Jakarta, Pahami.id

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dirinya tidak puas dengan tawaran tersebut Iran untuk mencapai kesepakatan damai di tengah negosiasi yang sedang berlangsung mengenai perang di Timur Tengah.

Berbicara dalam rapat kabinet di Gedung Putih, Rabu (27/5) waktu setempat, Trump mengaku tidak terburu-buru mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.


Padahal, akhir pekan lalu dia menyebut kesepakatan damai sudah dekat.

“Iran sangat berniat, mereka sangat ingin membuat kesepakatan. Sejauh ini mereka belum mencapainya. Kami tidak puas, tapi kami akan puas,” kata Trump, dikutip AFP, Kamis (28/5).

Katanya, Amerika Serikat masih punya opsi lain jika perundingan tidak membuahkan hasil.

“Opsi lainnya adalah kami harus menyelesaikan tugas tersebut,” katanya.

[Gambas:Video CNN]

Pernyataan tersebut merujuk pada ancaman melanjutkan operasi militer yang sebelumnya dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari dan dihentikan sementara pada April lalu.

Trump mengatakan Iran melakukan negosiasi di bawah tekanan.

Televisi pemerintah Iran sebelumnya memberitakan bahwa garis besar rancangan nota kesepahaman atau MoU dengan Washington antara lain mencakup pencabutan blokade laut terhadap Iran, pemulihan lalu lintas di Selat Hormuz, dan penarikan pasukan AS dari kawasan Teluk.

Namun, Gedung Putih membantah laporan tersebut dan menyebutnya sebagai “kebohongan total”.

Trump menegaskan dia tidak terburu-buru untuk mencapai kesepakatan, bahkan ketika perang telah menyebabkan biaya hidup warga Amerika melonjak menjelang pemilu sela bulan November.

Trump telah mencapai rekor tingkat dukungan terendah dalam waktu kurang dari enam bulan hingga pemungutan suara yang akan menentukan apakah partainya dapat mempertahankan kendali di Kongres.

“Mereka pikir mereka bisa menunggu sampai masa jabatan saya selesai, Anda tahu, ‘kita tunggu saja dia, dia mengadakan pemilu paruh waktu,'” kata Trump, mengacu pada Iran.

Trump menegaskan bahwa dia tidak memikirkan dampaknya terhadap pemilu sela di AS pada bulan November.

“Saya tidak peduli dengan pemilu paruh waktu,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pembicaraan dengan Iran telah menunjukkan beberapa perkembangan.

“Kita akan lihat dalam beberapa jam dan hari mendatang apakah kemajuan dapat dicapai,” kata Rubio.

Trump juga menegaskan tidak akan membiarkan pihak lain menguasai Selat Hormuz, jalur pelayaran penting perdagangan minyak dunia.

Dia menolak laporan bahwa Iran dan negara-negara Teluk seperti Oman dapat mengendalikan sistem tol saluran air.

“Oman akan berperilaku seperti negara lain atau kita harus menghancurkan mereka,” kata Trump.

Selain itu, Trump mengatakan kesepakatan dengan Iran mungkin terkait dengan upayanya untuk mendorong Arab Saudi dan negara-negara mayoritas Muslim lainnya untuk menormalisasi hubungan dengan Israel melalui Abraham Accords.

Saya tidak yakin kita harus membuat kesepakatan jika mereka tidak menandatanganinya, kata Trump.

Trump telah berulang kali mengatakan bahwa tujuan utama kebijakan AS terhadap Iran adalah untuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir.

Meski begitu, ia tetap membuka kemungkinan untuk menerima perjanjian sementara yang menunda pembicaraan mengenai cadangan uranium Iran untuk dibahas lebih lanjut.

“Ya, saya siap untuk beberapa bagiannya, karena ini adalah nota kesepahaman untuk kecepatan,” kata Trump.

Namun, dia menegaskan tidak akan nyaman jika pengelolaan uranium Iran berada di tangan Rusia atau China.

(dhz/chri)


Menambahkan

sebagai pilihan
sumber di Google




Exit mobile version