Jakarta, Pahami.id —
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mengumumkan rincian penggalangan dana untuk rekonstruksi Jalur Gaza dan rincian Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF), pada KTT Dewan Perdamaian (BoP) pada 19 Februari.
Dua pejabat senior AS mengatakan kepada Reuters bahwa pertemuan pertama BoP akan membahas rencana rekonstruksi Gaza dan kontribusi pasukan militer negara-negara anggota terhadap ISF.
Setidaknya 20 kepala negara dan pemerintahan akan menghadiri pertemuan tersebut, menurut para pejabat.
“Presiden akan mengumumkan dana yang terkumpul,” kata salah seorang pejabat.
Menurut para pejabat AS, beberapa negara telah “dengan murah hati” menawarkan dana untuk rekonstruksi Gaza yang sedang berlangsung.
“Banyak orang datang kepada kami untuk menawarkan bantuan,” katanya, seraya menekankan bahwa bukan AS yang meminta.
Bersamaan dengan itu, rincian dana yang telah terkumpul akan menjadi bagian penting dalam rapat BoP.
Rincian pasukan yang berpartisipasi dalam ISF juga akan dibahas dalam pertemuan tersebut. ISF diperkirakan akan mulai ditempatkan di Gaza dalam beberapa bulan mendatang.
Laporan mengenai kinerja Komite Nasional Administrasi Gaza juga akan dibahas dalam pertemuan puncak tersebut. Badan ini didirikan Trump untuk mengambil alih pemerintahan Hamas di Gaza.
KTT Dewan Perdamaian akan diadakan pada 19 Januari di Washington DC. Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto termasuk di antara para pemimpin negara yang akan hadir dalam pertemuan tersebut.
Trump secara resmi membentuk BoP pada tanggal 23 Januari di luar Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Pembentukan badan tersebut, yang didukung oleh resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB), merupakan bagian dari 20 poin rencana Trump untuk Gaza.
Negara-negara Arab-Muslim seperti Türkiye, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar dan Indonesia ikut serta dalam acara tersebut. Sementara itu, negara-negara Barat dan negara-negara besar memilih untuk berhati-hati.
Ada kekhawatiran bahwa peran BoP akan menyaingi peran PBB. Sebab, berdasarkan piagam BoP, badan ini bisa berkembang untuk menyelesaikan konflik-konflik lain di seluruh dunia.
Sejumlah negara Barat merasa bahwa visi dan misi dewan tersebut bertentangan dengan konstitusi mereka.
(blq/dna)

