Bandung, Pahami.id —
Sebanyak 53 rumah hunian di Kampung Pasirlangu, Kecamatan CisaruaKabupaten Bandung Barat, terdampak tanah longsor itu terjadi sudah lama sekali.
Puluhan rumah tercatat rusak berat, tertimbun tanah longsor, dan berada di zona rawan yang dinilai sudah tidak aman lagi untuk ditinggali.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir mengatakan, 53 rumah warga tersebut menjadi prioritas pemerintah untuk dikelola.
“Data sementara ada 53 rumah yang tertimbun dan terancam. Angka tersebut masih bisa berubah, namun ini yang saat ini kami jadikan dasar penanganan dan evakuasi,” kata Ade Zakir di Desa Pasirlangu, Senin (2/2).
Ade mengatakan, Pemkab Bandung Barat bersama Badan Geologi telah meninjau tiga titik lahan milik Desa Pasirlangu yang akan dijadikan lokasi relokasi. Ketiga titik ini dinilai aman secara visual sehingga memungkinkan dibangunnya perumahan baru bagi masyarakat terdampak.
“Setelah lokasi ditetapkan dan dinyatakan aman oleh Badan Geologi, BNPB menyatakan siap membantu pembangunan rumah warga. Pada dasarnya lahan disediakan daerah, pembangunannya dibantu pusat,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memastikan relokasi dilakukan tanpa mengeluarkan warga dari Kampung Pasirlangu. Kebijakan ini diambil agar bantuan yang direalisasikan benar-benar termanfaatkan dan tidak menimbulkan permasalahan sosial baru.
Evakuasi tetap di Pasirlangu. Kami tidak ingin warga direlokasi jauh dari lingkungan dan mata pencahariannya, kata Ade.
Selain bantuan perumahan, kata Ade, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat juga mulai menyiapkan langkah pemulihan bagi warga yang kehilangan lahan pertanian akibat longsor.
“Kita tidak hanya bicara soal rumah, tapi juga keberlangsungan hidup warga. Pasca relokasi, pemerintah akan memberikan dukungan agar warga bisa kembali beraktivitas dan mendapatkan penghasilan,” ujarnya.
Sementara itu, operasi pencarian dan relokasi korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, telah memasuki hari ke-10 dengan 83 kantong jenazah telah dipindahkan.
Tim SAR gabungan berhasil menemukan tujuh paket jenazah yang tersebar di beberapa sektor pencarian hingga Senin (2/2) pukul 17.30 WIB. Satu body pack ditemukan di lokasi kerja A2, satu di lokasi kerja A3, dan lima lagi di lokasi kerja B2.
(fra/csr/fra)

